Pages

Minggu, 03 Februari 2013

jalan menuju syurga ada 6

       Catatan dapet dari pengajian ibu-ibu RW 09 Kutabaru Tangerang, tanggal 02 Februari 2013. Oleh penceramah Ust. Ahmad Fullay, M.A.

Orang- orang yang di rindui syurga ada 6, yaitu:
1. Orang yang mengenal Allah dan ia taat.
        Mengenal Allah  sebagai Tuhan kita, sang pencipta, sang raja dr segala raja - yang mengatur yang ada di langit dan bumi - sehingga tidak menjadikannya sombong dengan nikmat yang diterimanya. Iyalah, apa yang mau dibanggakan? Orang yang mengaku kaya saja yang punya uang tabungan di bank 2 milyar bangga, padahal yang harta yang dia miliki hanyalah apa yang dimakannya. Paling juga hanya 200 ribu sehari, yang kalau sampai ke perut sama saja dengan yang dimakan sama orang miskin yang hanya makan nasi dan sayur bening. Dan miliknya juga cuma harta yang diinfakkan, paling juga 100 ribu ya kann... Biar lebih manfaat mendingan besok-besok belanjakan saja 2 milyarnya untuk beli makanan orang sekampung. Hahaha.. 

2. Orang yang mengenal syetan kemudian ia tidak menurutinya.
        Barang siapa yang mengenal setan sesuai penggambaran Allah dan ia berhati-hati, tidak bermaksiat, selalu berlindung kepada Allah maka ia akan selamat. Jelas banget, tapi ada saja cara setan mengecoh kita sampai kita tersesat. Astaghfiruulah...

3. Orang yang mengenal rumus dunia namun ia tidak berambisi (kepada dunia)
          Dunia ini bagaikan roda yang terus berputar, kadang di atas kadang dibawah.. Begitu katanya orang. Tapi bener loh, Dunia ini memang cuma itu-itu saja yang terjadi. ketika di beri kenikmatan kita senang dan ketika diberi kesulitan kebanyakan mengeluh. Seharusnya tinggal kita nikmati saja, seumpama sakit sudah dua hari, dibawa kedokter dan sembuh. cuma 2 hari mengeluhnyaa minta ampun, padahal diberi sehat setahun 365 hari (2 hari sakitnya) tlupa sama nikmat Allah. Dan dari sakitnya yang hanya 2 hari itu berapa banyak orang yang menerima rizki, tukang becak, satpam puskesmas, suster, dokter, tukang obat dan lain-lain. Hadeh..

4. Orang yang mengenal akhirat dan ia cari akherat
       Hampir semua orang tau dan percaya hari kiamat pasti datang. Ada yang siap-siap pindah keluar angkasa, ada yang biasa saja, ada yang ribut karena ndak mau percaya, bahkan ada yang ketakutan sampai bunuh diri. Masya Allah.. mungkin mereka itu tidak tau dan tidak percaya hari setelah hari kiamat kali ya.. bedakan sama orang yang mengenal akhirat, mereka berlomba-lomba mencari bekal untuk ibawa keakhirat, bahakan sebelum isu kiamat merebak dimana-mana, karena mereka bersiap dengan kematian yang tidak tahu kapan datangnya.
        Suatu hari ada orang yang mengahadapi kematian (sakratul maut), dimulutnya cuma keluar kata-kata "coba jauhan.....coba semuanya....coba yang baru.." berulang-ulang diucapkan. ternyata "coba jauhan" itu teringat ketika ia menuntun seorang tua menuju masjid dan jaraknya dekat. kemudian "coba semuanya" ketika ada pengemis kelaparan dan ia beri hanya sepotong roti dan sisanya ia makan, dan "coba yang baru" itu ketika ada pngemis juga yang meminjam baju sedangkan ia hanya punya dua baju yang satu yang sedang ia pakai dan yang satu lagi masih baru, lalu ia berikan baju yang ia pakai kemudian ia kenakan baju baru untuk dirinya sendiri. ya sudahlah penysalan memang selalu datang terlambat.. :(

5. Orang yang mengenal sesuatu yang benar dan ia tegakkan
          Berlaku jujur itu benar, berbuat baik itu benar, korupsi itu salah itu benar.. loh?! Seandainya diberikan amanah orang ini selalu berusaha agar tidak membentur syari'at, selalu mencari kebenaran yang hakiki (filsafat kali) tapi iya itu benar. benar benar dirindui syurga orang ini..

6. Orang yang mengenal hal yang salah dan ia jauhi
          Hal yang salah biasanya selalu menjerumuskan, jadi mending tidak main-main sama hal-hal yang tida bener ini. meskipun banyak orang yang menjadi lebih baik setelah melakukan keburukan tetapi itu hanya sedikit. hanya yang diberi hidayah saja oleh Allah, lha, terus kalau cuma coba-coba, sekedar mau tau seburuk apa sih sampai-sampai hal itu merugikan.. itu tidak ada gunanya.. "lakukan yang memberi manfaat dan tinggalkan yang banyak mudaratnya bagimu."

      Misalnya ada temannya yang suka bermaksiat dan sukar di nasihati maka sebaiknya di jauhi saja, daripada ikut kecipratan laknat-Nya.. tapi jangan kalau kebetulan melihat ada orang yang hendak mencuri? bagaimana sikap kita? Menegur takut dipukuli maling, kalau diteriakin takut bikin rusuh, kalau ditimpukin malingnya kemudian kabur malingnya juga keburu kabur bawa barang curiannya.. Huft.. kita ceramahi saja... pasti kabur deh dia.. takut mau tobat :D (mencoba melucu. klo ndak lucu yaa tinggalkan saja)