Suatu hari seseorang bertanya padaku, "Siapa yang paling kau cintai di dunia ini?",
"Allah." Kataku.
"Allah." Kataku.
"sebesar apa cintamu kepada Allah?"
jawabku, "sebesar seluruh cinta yang mampu aku persembahkan dan semua itu untuk-Nya"
"apa buktinya?"
Sejenak aku terdiam menatap wajah orang yang menghakimiku ini. Kemudian ia pergi meninggalkanku, seolah ia tahu aku tak mampu menjawab pertanyaannya.
Waktu pun berlalu, sejauh ini ku jalani hari tanpa rasa. Tugas-tugas ku kerjakan dengan enteng, hingga tak sadar ada amanah kesungguhan pada tugas-tugas ini yang aku lupa. Hak untuk orangtua bahkan hak untuk diriku sendiri sudah lama terabaikan.
Hingaa tiba saatnya semua yang aku kerjakan mencapai klimaksnya. Di sekolah nilaiku merosot, di rumah ibuku bilang bahwa urusanku di luar akan membunuhku, di lingkungan dakwah reputasiku tercemar, dan tak mau lagi otakku diajak berpikir, di kepalaku hanya ada tanya 'mengapa semua menjauhiku?' , tiada tempat lain yang menjadi tujuanku kini, kurapatkan lagi dahiku ke sajadah. Merenungi nasib, memikirkan apa yang salah padaku, airmata tak terbendung lagi.....
ya Allah ya kariim, aku tak tau caranya merengkek pada-Mu...
aku melunak, tak berdaya membantah cercaan terhadap diriku sendiri. Bahwa ini saatnya untuk sang jiwa.
jawabku, "sebesar seluruh cinta yang mampu aku persembahkan dan semua itu untuk-Nya"
"apa buktinya?"
Sejenak aku terdiam menatap wajah orang yang menghakimiku ini. Kemudian ia pergi meninggalkanku, seolah ia tahu aku tak mampu menjawab pertanyaannya.
Waktu pun berlalu, sejauh ini ku jalani hari tanpa rasa. Tugas-tugas ku kerjakan dengan enteng, hingga tak sadar ada amanah kesungguhan pada tugas-tugas ini yang aku lupa. Hak untuk orangtua bahkan hak untuk diriku sendiri sudah lama terabaikan.
Hingaa tiba saatnya semua yang aku kerjakan mencapai klimaksnya. Di sekolah nilaiku merosot, di rumah ibuku bilang bahwa urusanku di luar akan membunuhku, di lingkungan dakwah reputasiku tercemar, dan tak mau lagi otakku diajak berpikir, di kepalaku hanya ada tanya 'mengapa semua menjauhiku?' , tiada tempat lain yang menjadi tujuanku kini, kurapatkan lagi dahiku ke sajadah. Merenungi nasib, memikirkan apa yang salah padaku, airmata tak terbendung lagi.....
ya Allah ya kariim, aku tak tau caranya merengkek pada-Mu...
aku melunak, tak berdaya membantah cercaan terhadap diriku sendiri. Bahwa ini saatnya untuk sang jiwa.
Allah ta'ala sedang menguji cintaku.
seperti biasa pikirku, cinta itu memerlukan pembuktian..
telah datang perkara asin lagi pahit.. cemburkah Engkau, Ya Rabb? cemburu dengan apa yang beberapa waktu ini aku utamakan..
aku... ikhlas pada kehendak-Mu, bahkan jika pantas...aku ingin kembali kepada-Mu cepat. Ya Rahiim, ku butuh kasihsayang-Mu.
Allahumma afrigh ‘ alayna shabran watsabbit aqdamana wanshurna ‘ alal
qawmil kafirina . rabbana la tuzigh qulubana ba’da id’za daytana
wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab . Allahumma tsabbitni
an azila wahdini an adhilla. Allahumma kama hulta bayni wa bayna qalbi
fahul bayni wa baynasy syaithani wa’amalihai . Allahumma inni as-aluka
nafsan muthmainnatan tu’minu biliqa-ika wa tardha biqadhaika wa taqna’u
bi’atha-ika.
Ya Allah, limpahkan kesabaran atas kami , tetapkanlah kedua telapak kaki kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. Ya Tuhan kami janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki kami dan berilah kami dari hadirat-Mu rahmat karena Engkau Maha Pemberi, Ya Allah kokohkan lah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan tersesat. Ya Allah sebagai mana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku dan berikanlah penghalang antara aku dengan setan serta perbuatannya . Ya Allah aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang dan tentram yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas putusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.
aamiin..
