Pages

Senin, 25 November 2013

Dakwah di Sekolahku

Tiga tahun lalu, aku mulai melirik dunia dakwah sekola. Padahal, aku sudah dinyatakan lulus dari SMK. Hem.. aku jadi bingung harus bercerita dari mana..

Sebenarnya, sejak masa orientasi siswa, aku sudah terdaftar sebagai anggota ROHIS SMK, namun karena aku juga aktif latihan beladiri -waktu itu- membuatku menjadi anggota pasif di ROHIS. Aku tidak pernah hadir mentoring ROHIS, ta'lim gabungan pun hanya sebulan sekali, acara apapun yang diadakan hampir tak pernah aku ikuti, hanya jika ada waktu senggang alias tidak bentrok dengan jam latihan.

Mungkin ini yang disebut hidayah, setelah lulus sekolah aku dilanda gelisah memikirkan kerja atau nikah -sudah ada calonnya- aku tak percaya saran siapapun, termasuk sahabatku sendiri. Entah bagaimana, aku pun mendatangi seorang kakak mentor ROHIS yang tidak begitu aku kenal. Beliau masih muda dan sudah menikah, tentu bisa mengarahkanku kepada solusi yang baik. Kemudian kami terlibat pembicaraan tentang ROHIS -membosankan-, lalu dengan persaan galau, aku minta didata sebagai anggota aktif ketika temanku itu mendata seluruh anggota ROHIS dan mengklasifikasi anggota pasif dan aktif. Sejak itu aku mulai rajin datang dan ikut acara ROHIS di sekolah walaupun sudah berstatus alumnus.

Saat ikut rihlah (jalan-jalan) ROHIS selama dua hari membuatku merasa memiliki teman-teman yang menyenangkan dan menyejukkan, persaudaraan yang selama ini tidak pernah aku rasakan. Mereka baik dan tulus, lembut serta penuh kasihsayang kepada ku. Tak ada anak emas apalagi yang paling hebat, semuanya saling menyayangi.

Satu tahun menjadi aktifis ROHIS, membuatku semakin kadung akan dakwah. Aku pun bergabung di sebuah organisasi remaja masjid. Semakin hari, aku mulai mengerti mengapa dakwah itu butuh kesabaran, dan mengapa para da'i (pendakwah) tidak ingin pergi dari mimbar-mimbarnya. Benar bahwa ummat membutuhkan tuntunan dan bimbingan namun mereka tidak tau betapa mereka butuh. Ummat butuh bantuan pendokrak moral yang sudah lama hilang dari citra bangsa kita. Itu lah tanggungjawab kita, para aktifis dakwah.

Kembali ke topik, tentang dakwah di sekolahku. Setiap hari merasa sibuk dengan berbagai urusan pribadi, kesibukan kerja dan dakwah di luar ROHIS sekolah, telah melalaikanku dari dakwah di sekolahku. Adik-adik kelas, mulai kehilangan arah pergerakan. Satu tahun tanpa melihat mereka, membuatku beristighfar sebanyak-banyaknya, mereka telah hilang dari markas kami yang agung. Tak ada lagi yang mewarnai masjid kami dengan aktifitas-aktifitas tentara putih abu-abu yang biasanya ramai.

Ku coba menilik, ada apa sih, kok hilang aktifis ROHISnya?? ternyata ada virus pink yang mewabah sehingga ta'lim bukan agenda rutin mereka lagi. Duduk-duduk di aula sekolah bersama kekasih, makan berdua sama pacar., tanpa peduli sorotan publik yang menuntut kesolehan mereka. huft.. agenda baru yang asyik memang, tapi memalukan sekali jika pelakunya adalah orang-orang yang seharusnya mengakkan syari'at Islam. Mbok ya diinget gitu loh, niat waktu pertama memutuskan gabung di ROHIS. Katanya mau belajar agama dan menjadi manusia yang lebih baik.

Di pikir-pikir, benar tidak ada asap jika tak ada api. Coba aku tulis penyebab adik-adik ku sampai begini, mungkin inlah dia:
1. Mereka malas datang mengaji
2.  Mereka bosan dengan agenda ROHIS yang monoton
3. Kakak Pembina tak pernah datang menengok

Faktor ketiga yang paling banyak peran meruntuhkan perjuangan para aktifis dakwah sekolah. Menyesal ? Sangat, karena sibuk dengan dunia baru melupakan rumah lama yang butuh perwatan lebih. Mari merenung lagi deh setahun. Tak ada aktifitas dakwah selama satu tahun. Al hasil, lost satu angkatan bahkan dua.

Baik. Sudah lama sekali fakum tanpa seruan jihad di sekolah tercinta ini, kami mulai bersatu lagi, aku dan alumni yang masih peduli ROHIS, membentuk semacam panitia persiapan kemerdekaan. Walaupun tak lama kemudian kami terpecah karena tak sejalan. Masih ada segelintir yang istiqomah, yang seiya sekata. kurang lebih satu bulan kami diam tanpa gerak sama sekali. Aku pun mengeluh kepada pembina senior kami. Kalimatnya benar-benar sakti, "Ïnsya Allah, setelah ini kita akan bergerak melesat. Allahu akbar.!". Yup, Allaahu akbar.. Setelah mengevaluasi, kami berusaha mulai lagi, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang lalu.

Alhmadulillah, sekarang ROHIS SMK kami, tengah menjadi sorotan seluruh siswa dan para guru, bahkan menjadi ekskul paling elit karena semangat dan keteraturan para anggotanya. Para guru sekolah lainyang berada dalam satu yayasan dengan SMK, menuntut agar pembina ROHIS untuk membuka ekskul ini bagi siswa-siswanya.


Ukh. Abdillah
November 2013

Jumat, 18 Oktober 2013

Pertolongan Allah swt Selalu Datang di Saat yang Tepat

Ya Allah, aku sedang Kau uji..
Aku tau, Kau izinkan ku berbuat kesalahan untuk menjadikanku dewasa
Aku mengerti, Kau buat ku merasa bersalah pada semua orang, agar aku tak pergi kemana pun selain kepada Mu
Aku paham, Kau tak ada tandingannya, dan Kau di hatiku
Aku mencintai Mu, ya Allah..


Jumat, 06 September 2013

Muhammad Al-Fatih 1453 | Ustadz Felix Siauw [Full Video]




Allaahu akbar...!!!

825 tahun penantian ditklukkannya Konstantinopel. Rasulullah saw mengatakan bahwa Konstantinopel akan ditaklukkan lebih dulu, ketika sahabat bertanya 'Yang mana dulu, wahai Rasulullah, yang akan kita taklukkan, Konstantinopel atau Roma?'. Dan ternyata Konstantinopel dikuasai oleh kaum muslimin pada tahun 1453 di bawah kepemimpinan seorang Muhammad Al Fatih. Bayangkan wahai saudaraku, lebih dari 800 tahun kota yang kuat nan megah ini hanya mimpi bagi umat Islam. Mimpi yang diyakini akan menjadi kenyataan karena yang mengatakannya adalah seorang Muhammad Rasulullah saw.

Dari pertanyaan sahabat kepada Rasulullah, terdapat dua kota yang disebutkan, Konstantinopel dan Roma. Konstantinopel telah dimenangkan, tetapi Roma belum. Persiapkanlah diri kita untuk menjadi bagian dari kemenangan ini.

Akhwat, bersiaplah menyambut the new Al Fatih.! 









Rabu, 04 September 2013

Merah saga by shouhar

Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir....

Semua menjadi saksi
atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi
atas keteguhanmu....

Ketika yahudi yahudi membantai mu
Merah berkesimbah ditanah air mu
Mewangi harum genangan darahmu
Mebebaskan bumi jihad palestina
Perjuangan telah kau bayar dengan jiwa
Syahid dalam cinta-NYA

Pentingkah SIM?

SIM adalah kartu kecil namun mahal yang harus dimiliki oleh pengendara motor/mobil. Menurut UU No. 22 Tahun 2009 pasal 77 ayat 1, "Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan." Namun ternyata 40 % pengendara tidak memiliki SIM. ow..ow..ow.. Padahal hampir semua orang yang tinggal di daerah perkotaan memiliki kendaraan pribadi yang dikemudikan sendiri. Ada yang menggunakannya untuk jarak dekat, ada juga yang menggunakannya untuk jarak jauh. Penulis sendiri adalah termasuk dalam 40 % ini.

Menurut hemat penulis, SIM adalah bentuk pemborosan dan hanya menguntungkan pihak tertentu saja.

SIM adalah jimat. why?? karena, hampir semua orang yang memiliki SIM hanya untuk menghindari razia polisi atau sekedar jaga-jaga "mana tau kita bakal apes??".Selain itu, SIM adalah ladang parasit. Ini seperti 'jika tertangkap(melanggar aturan) punya SIM bayarnya sedikit, tapi kalau tertangkap tanpa SIM bayarnya banyak' keharusan yang merugikan ya? So, selama taat pada rambu-rambu dan aturan lalu lintas, cukup berdoa supaya Allah -subhanahu wa ta'ala- selamatkan kita dari kecelakaan. 

Penulis sudah dua tahun ini berkendara motor tapi semuanya 'biasa saja' tanpa SIM. Penulis bukannya tidak mau taat pada peraturan, tapi sampai sekarang penulis belum mengerti mengapa semua pengendara harus mempunyai SIM.

Hehehe
Damai pak polisi...!




Rabu, 28 Agustus 2013

Catatan ukhti

Suatu hari seseorang bertanya padaku, "Siapa yang paling kau cintai di dunia ini?",

"Allah." Kataku.

"sebesar apa cintamu kepada Allah?"

jawabku, "sebesar seluruh cinta yang mampu aku persembahkan dan semua itu untuk-Nya"

"apa buktinya?"

Sejenak aku terdiam menatap wajah orang yang menghakimiku ini. Kemudian ia pergi meninggalkanku, seolah ia tahu aku tak mampu menjawab pertanyaannya.

Waktu pun berlalu, sejauh ini ku jalani hari tanpa rasa. Tugas-tugas ku kerjakan dengan enteng, hingga tak sadar ada amanah kesungguhan pada tugas-tugas ini yang aku lupa. Hak untuk orangtua bahkan hak untuk diriku sendiri sudah lama terabaikan.

Hingaa tiba saatnya semua yang aku kerjakan mencapai klimaksnya. Di sekolah nilaiku merosot, di rumah ibuku bilang bahwa urusanku di luar akan membunuhku, di lingkungan dakwah reputasiku tercemar, dan tak mau lagi otakku diajak berpikir, di kepalaku hanya ada tanya 'mengapa semua menjauhiku?' , tiada tempat lain yang menjadi tujuanku kini, kurapatkan lagi dahiku ke sajadah. Merenungi nasib, memikirkan apa yang salah padaku, airmata tak terbendung lagi.....

ya Allah ya kariim, aku tak tau caranya merengkek pada-Mu...

aku melunak, tak berdaya membantah cercaan terhadap diriku sendiri. Bahwa ini saatnya untuk sang jiwa.

Allah ta'ala sedang menguji cintaku.
seperti biasa pikirku, cinta itu memerlukan pembuktian..

telah datang perkara asin lagi pahit.. cemburkah Engkau, Ya Rabb? cemburu dengan apa yang beberapa waktu ini aku utamakan..

aku... ikhlas pada kehendak-Mu, bahkan jika pantas...aku ingin kembali kepada-Mu cepat. Ya Rahiim, ku butuh kasihsayang-Mu.
 
Allahumma afrigh ‘ alayna shabran watsabbit aqdamana wanshurna ‘ alal qawmil kafirina . rabbana la tuzigh qulubana ba’da id’za daytana wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab . Allahumma tsabbitni an azila wahdini an adhilla. Allahumma kama hulta bayni wa bayna qalbi fahul bayni wa baynasy syaithani wa’amalihai . Allahumma inni as-aluka nafsan muthmainnatan tu’minu biliqa-ika wa tardha biqadhaika wa taqna’u bi’atha-ika.

Ya Allah, limpahkan kesabaran atas kami , tetapkanlah kedua telapak kaki kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. Ya Tuhan kami janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki kami dan berilah kami dari hadirat-Mu rahmat karena Engkau Maha Pemberi, Ya Allah kokohkan lah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan tersesat. Ya Allah sebagai mana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku dan berikanlah penghalang antara aku dengan setan serta perbuatannya . Ya Allah aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang dan tentram yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas putusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.

aamiin..

3..2..1..go !

Mulai sekarang

harus baik selalu..
sholat di awal waktu..
membahagiakan ortu,
bersama mereka, lebih banyak waktu..

mulai sekarang

sering-sering evaluasi diri..
harus lebih mandiri..
tambah semangat raih prestasi..
biar bisa menunjukkan bakti..

mulai sekarang

kudu rajin belajarr..
supaya sukses karna pintarr..
agar bisa membantu orang-orang terlantarr..
itulah pribadi yang cetarr..

Mulai dari SEKARANG... mumpung masih MUDA

Selasa, 20 Agustus 2013

Video 14/08/2013

Bismillah..

Video berikut ini adalah bukti kekejaman militer Mesir. Pendemo dan warga sipil ditembaki dengan gas airmata dan peluru tajam dari barbagai arah. Bahkan penembak jitu mereka kerahkan untuk membubarkan massa pro-Mursi (14/8/2013) ini.

Para pendemo tak bersenjata ini tak mampu melawan, kecuali meneriakkan takbir dan bersiap menjadi syuhada. Ratusan orang tewas dan luka-luka.

http://www.youtube.com/watch?v=5dn_RCVkfL4

Sumber:
arrahmah.com

Kamis, 15 Agustus 2013

#selamatkan tanah air kita

Palestina, Libya, Syria, Myanmar, dan kini Mesir. Tempat di mana saudara-saudara muslim dijajah dan dirampas hak-haknya termasuk haknya untuk hidup oleh para yahudi biadab dan sekutu-sekutunya.

Speechless... maaf ,saudaraku, saya terlambat menyadari kejadian ini..
Baru sekarang mulai menyaksikan syahid-mu dan merasakan penderitaan-mu dari balik layar yang aman ini..

Teringat kalimat yang meruntuhkan airmata teriring sesal mendalam..,

"kami, Ikhwanul Muslimin, yakin seyakin-yakinnya bahwa mengabaikan sejengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim adalah tindakan kriminal yang tidak terampuni, hingga kita mengembalikannya, atau hancur karenanya."

Kami mencintaimu wahai syuhada....


Kamis, 18 Juli 2013

Untuk anak-anak ayah tercinta

Assalamu'alaikum , anak-anakku..

Ayah ingin ceritakan sedikit tentang Ayah..

Dulu ketika ayah masih muda dan gagah, ayah selalu berpikir apa saja untuk membahagiakan kalian. Ayah bekerja dengan sepenuh hati dan tenaga yang ayah punya, untuk kalian. Karena kalian adalah raja bagi ayah dan Ibu kalian. Bahkan ayah sampai lupa kehadirat Tuhan, Sang Raja yang sesungguhnya dan kepada-Nya lah kita akan kembali.

Ayah bahagia sekali melihat senyum di wajah kalian, setiap ayah pulang membawa oleh-oleh, tak pernah Ayah pulang dengan tangan kosong. Kini kalian sudah dewasa dan Ayah mulai lemah, Ayah mengerti apa yang kalian rasakan waktu kecil. Ayah pun demikian, ingin selalu dimanja.

Namun sepertinya kedewasaan kalian adalah sinyal bagi Ayah dan Ibu untuk berpisah dengan kalian. Kalian mulai pergi dan jarang menengok Ayah dan Ibu di rumah. Jadilah hanya Ibu yang merawat Ayah tanpa lelah. Dengar Nak, Ibu kalian juga sudah tua. Sudah mulai pikun, sering sakit, dan tak jarang Ayah melihat ibu menangis saat tubuh rentanya tak kuat berjalan.

Uang yang setiap bulan kalian bawakan cukup memenuhi kebutuhan kami, meski itulah yang menjadikan kalian berselisih. Pertengkaran kalian seperti kaca yang mengiris hati kami. Terutama Ayah, tak pantaskah kami menerima belas kasih kalian, setidaknya untuk mengganti sebagian kecil dari oleh-oleh yang Ayah bawakan sewaktu kalian kecil.

Ayah tahu, kami tak pantas berharap balas budi kalian, namun jika bukan kalian yang menjadi pembela kami, siapa lagi? Di akhirat kelak pun Ayah akan tetap menjadi Ayah kalian, yang dimintai pertanggung jawaban atas diri kalian, anak-anak Ayah.

Di hari-hari senja, Ayah berharap bisa bermanja dengan kalian, menikmati masa tua indah bersama Ibu, menimang dan bermain bersama cucu. Namun, yang terjadi malah keributan di antara kalian. Meributkan biaya pengobatan penyakit tua Ayah, biaya listrik dan air, biaya makan kami, yang kalian anggap tak adil pembagiannya. Menangis hati Ayah namun tak sanggup pula Ayah menolak pemberian kalian, karena memang Ayah tak dapat mencari nafkah lagi.

Belum lagi rumah yang hendak kalian jual padahal Ayah dan Ibu masih menempatinya. Kalian tahu, Ayah sedih sekali mendengan keributan soal yang satu ini, sebab di rumah inilah kalian dibesarkan, ke rumah ini Ayah pulang dan membawa oleh-oleh untuk kalian. Tetapi Ayah mengerti kekhawatiran kalian, rumah ini memang warisan satu-satunya yang Ayah dan Ibu miliki. Ayah merasa seperti benda rongsokan yang sayang bila dibuang. Benar kah?

Beberapa jam yang lalu, Ayah sadar, Ayah menangis untuk terakhir kalinya, 'Penjemput' Ayah telah tiba, rupanya Ibumu sudah menangkap pertandanya, ia pun mendatangi Ayah seusai shalat malam dan meminta Ayah meridhoinya, memaafkan segala kesalahannya. Ibumu menangis mencium tangan Ayah, dan yang mengiris hati Ayah bukan terharu akan kesalihan ibu kalian, namun saat itu tak ada satupun anak Ayah memberi sapaan terakhir.

Di detik-detik terakhir Ayah di dunia ini, Ayah ingat semua kejadian indah saat Ayah kanak-kanak, remaja, dewasa dan memiliki anak pertama, kedua, dan ketiga. Semuanya kebahagiaan Ayah. Astaghfirullah.. benar-benar sudah dekat malaikat maut itu. Selamat tinggal istriku, selamat tinggal anak-anak ayah...

Oh.. Ternyata Ayah masih bisa merasakan dan melihat kalian, dari ruang yang berbeda ini, tubuh Ayah telah kaku dan sakit ketika tersentuh. Bergantian orang-orang datang. Syukurlah, kalian juga datang dan menangisi kepergian Ayah. Tak lupa 'kan, permintaan Ayah yang terakhir, Ayah ingin dimakamkan di TPU tengah kota, dekat kubur saudara Ayah.

Bersama keluarga kalian masing-masing, Ayah melihat airmata cucu ayah yang ketakutan melihat jenazah Ayah. Kalian sibuk mempersiapkan acara pemandian dan pemakaman Ayah. Tetangga juga sangat baik mau membantu kalian. Saat dimandikan, Ayah berharap pelan-pelan saja menyirami dan menggosok tubuh Ayah, Nak. Tetesan air itu terasa pedih di tubuh jenazah.

Apa lagi salah Ayah? lagi-lagi kalian ribut masalah pemakaman Ayah. Hanya karena harga tanahnya yang agak mahal, kalian memilih menolak permintaan Ayah dan memilih TPU di pinggiran kota yang sebagian wilayahnya terendam air

Meski sedih, tapi Ayah tak dapat menolak. Terserah kalian saja. Oya, tahu tidak, Nak saat kalian menurunkan jenazah Ayah ke liang lahat, rasanya Ayah tenggelam, seperti cucian kotor yang kalian rendam. Dingin sekali, makanya Ayah mengitari kalian semua dan pengantar yang ada untuk meminta selimut. Namun nihil, kalian tetap tega merendam Ayah dan tanah makam jatuh mengotori sebagian kain penutup Ayah sebelum kalian menutup Ayah dengan papan penyanggah, begitu terburu-buru.

Selesai sampai di sini kah harapan Ayah terhadap kalian? Tidak, anak-anak Ayah. Ayah tetap menunggu kiriman doa kalian. Doa yang mungkin bisa menghangatkan tubuh Ayah dan melegakan sedikit lubang ini.
Hanya doa kalian yang tulus, sampai bagi Ayah. Semoga kalian tetap sehat, segara sadar akan dosa kalian, dan Allah jadikan Ayah ayah yang beruntung karena keshalihan kalian, meskipun Ayah tak lagi di sisi kalian. Namun Ayah tetap ada dan selalu menunggu doa-doa kalian untuk Ayah.


Salam,

Ayah yang menyayangi kalian




Rabu, 19 Juni 2013

Dakwah

Dakwah..
belum lama ku kenal jalan ini. . .
belum juga banyak yang telah aku lakukan untuknya. . .
ujian kesetiaan pun masih dalam bilangan yang sedikit. . .

betapa malu diri ini. . .
mendengar kisah mujahidin. .
Abu Bakar, Umar ibn Khattab, Ali ibn Umar, Usman bin Affan, Hasan dan Husain..
Siti Khadijah, Fatimah binti Rasulullah saw. . .
mereka berkorban dengan sepenuh jiwa dan harta. . .

Saat tak kuasa perasaanku tersiksa oleh ku sendiri. . .
terucap dalam benak, aku. . .
aku. . sudah lelah melangkah bersama kalian. .
aku berharap kebaikan dari manusia. . . semata-mata agar ada yang menerima ku

Tapi, kembali ku teringat pesan mu wahai kawan. . .
bahwa dakwah ini akan berjaya meski tanpaku. . .
dan amanah ini masih di pundakku. . .

Biarkan aku selesaikan dulu tugasku. . .
memastikan dakwah kita telah pada sosok yang tepat. .
memastikan dakwah ini tumbuh mengakar pada jiwa-jiwa ksatria-Nya. . .

Kini, aku kembali pada yang datang mengundangku. . .
Dakwah hingga akhirnya. .
ku kan sematkan puisi perpisahan sekaligus undangan pada mu, bersama menyusuri jalan menuju surga,
wahai kawan tercinta. . .


Senin, 17 Juni 2013

Latihan berdoa untuk ayah selagi beliau masih bersamaku

15 Zulhijah 21 tahun lalu terkisah seorang ayah perokok berat yang sangat menginginkan anak perempuan setelah doanya - tujuh tahun setelah pernikahan - dikabulkan oleh Allah swt untuk memiliki seorang putera, seketika berhenti merokok karena mendapati isterinya telah selamat melahirkan seorang puteri mungil dan putih. Subhanallah, sejak saat itu rokok tak pernah lagi menjadi sahabatnya. 

Alhamdulillah.. Setiap hari sang ayah melihat tumbuh kembang puterinya dengan penuh perhatian. Tak seorang pun mengira bahwa bapak yang jagoan silat ini ternyata sangat penyayang. Saking dekatnya ia dengan puterinya, setiap sang ayah keluar kota untuk bekerja, gadis kecil ini selalu terserang demam. 

Sejak puterinya masuk SMP, sang ayah pun semakin sering bertugas jauh dari rumah dan jarang pulang. Akibatnya ia jarang berkumpul dengan keluarganya. Gadis kecil itu sering mendapat sindiran dari orang - orang perihal kepergian ayahnya yang mungkin disebabkan keretakan rumahtangganya. Namun, ia tetap yang paling tahu tentang kedua orangtuanya. "Keluarga kami memang tidak selalu berkumpul setiap hari, tetapi kami tahu bahwa kami tercipta untuk satu samalain dan akan tetap begitu sampai di akhirat. Ya kan Ya Allah?" begitu doa si tuan puteri setiap kali merasa rindu kepada ayahnya. 

Tak terasa waktu berjalan, sang ayah yang dulu kekar dan terpancar pesona keshalihan di tetsan air wudhunya, kini sudah tua dan sering menuntut perhatian kepada kami makmumnya. Mungkin karena usia membuatnya khawatir. Pada suatu ketika sang ayah sedang berbaring sambil menonton televisi ditemani puterinya, tanpa sengaja melihat tayangan tentang hari ayah, dan pembawa acaranya mengatakan bahwa agar para pemirsa memeluk dan mencium ayah yang berada disampingnya. Tanpa malu, gadis itu langsung mencium sang ayah dan berkata "ini loh ayahku, nih aku peluk, aku cium..", disambut dengan pelukan hangat dari ayahnya sambil menangis. Untuk pertama kali sanga ayah menangis dihadapan puterinya. 

Mungkin terdengar melakolis tetapi dia adalah ayahku. Seorang yang sejak dua puluh satu tahun lalu menjadi ayah yang selalu dapat aku banggakan -semoga Allah mengampuni dosanya- ialah penguat disaat aku mulai rajin mengeluh, meratapi hidupku. Ialah sosok pelipur disaat aku letih dalam mencari jatidiri dan penguat disaat aku mulai lunglai pasrah dalam dosa. Ialah alasan bagiku untuk menyusuri jalan dakwah dan menggarap ladang keshalihan. 

Baginya kupersembahkan doa terkhusyuk kepada rabb-ku dan rabb-nya. Semoga aku tak memberatkan langkahnya menuju surga Allah kelak di akhirat. 

"Allahummaghfirli wali wali dayya warhamhuma kama rabbayani shaghira.. Aamiin.."

Senin, 20 Mei 2013

The English Affricates




Affricates sound atau bunyi afrikat merupakan gabungan dari bunyi hambat dan frikatif; bunyi hambat yang digunakan itu hanya /t/ yang digabung dengan /ʃ/ dan /d/ yang digabung dengan /ʒ/,  seperti dalam kata cheap  dan jeep. Jadi cara mengucapkannya adalah dengan menahan /t/ atau /d/ lalu melepaskannya perlahan sehingga terdengan suara gesekan. Dalam hal ini antara /tʃ/ dan /dʒ/ masing-masing hanya memiliki satu fonem.

a.    Afrikat /tʃ/

Bunyi /tʃ/ dihasilkan dengan cara menempatkan lidah bagian ujung dan tengah lidah pada langit-langit-langit lunak dibelakang gigi, bibir agak dimonyongkan, velum menutup nasal, dan ketika lidah diturunkan, aliran udara dari paru-paru dilepaskan. Pertama untuk bunyi hambat /t/  dan  diikuti dengan  /ʃ/ sehingga menghasilkan sedikit gesekan . Suara sihasilkan tanpa vinrasi vocal folds , sehingga /tʃ/ disebut bunyi afrikat alveopalatal tidak bersuara.

Bunyi /tʃ/ dapat kita temukan dari posisi awal, tengah, dan akhir dari kata-kata. Dan bunyi ini tidak memiliki alofon yang lain. Ejaan yang dibaca dapat berupa <ch>, <tch>, atau <te> seperti dalam kata-kata berikut ini :

Cheap                                       match                                                 gate
Questions                                  watch          

Fonem / ʧ / hanya
sebuah masalah etik. Indonesia biasanya tidak memonyongkan bibir ketika mengucapkannya seperti ketika mengucapkan [ʃ]. Namun, jenis atau pengucapan biasanya tidak mengganggu komunikasi. Itu hanya membuat kita terdengar asing. 
     
     b. Afrikat [ʤ]

Afrikat [ʤ] sebenarnya diproduksi dengan cara yang persis sama dengan afrikati [tʃ] namun pada saat mengucapkan suara ini, ada vibrasi / getaran di vocal folds, Oleh karena itu disebut bunyi ini disebut afrikat alveopalatal bersuara ..
Bunyi fonem ini dapat kita temukan pada kata-kata berikut ini:

Judge                     large                      magic

                  
Hal ini sebagian besar dieja dengan <j> grafem, namun ejaan lain yang mungkin seperti dapat dilihat di bawah ini:

<j> jet melompat pekerjaan
<d> pascasarjana tugas kelulusan
<dg> hakim bergeming lencana
<g> George pesta orgy magic

Inggris Fonem / ʤ / agak sulit bagi orang Indonesia untuk diucapkan.
Dalam pengucapan orang Indonesia biasanya hanya seperti mengucapkan /j/ saja. Kita dapat temukan dalam posisi awal dan tengah kata-kata bahasa Indonesia. Sedangkan untuk huruf <j> di akhir suku kata bahasa Indonesia jarang ditemukan.
Berikut contohnya:

Jari                        maju

Nasal bahasa Inggris

Dalam bahasa Inggris ada tiga nasal: [m] seperti dalam kata make, [n] seperti pada kata now, dan [ŋ] seperti dalam kata sing.
     
     Nasal [m]

Jika kita membandingkan cara suara [m] diproduksi dengan yang [b], kita akan lihat bahwa keduanya diproduksi dengan memiliki dua bibir bersentuhan dengan satu sama lain. Dengan kata lain, dua suara yang bilabial. Apa yang membuat berbeda adalah dua cara artikulasi. Untuk [m] rongga hidung terbuka dengan memiliki velum tidak bersentuhan dengan bagian atas tenggorokan. Udara diblokir oleh bibir. Ketika dilepaskan, udara untuk [m] keluar melalui hidung / nasal , karena [b] itu adalah melalui mulut. Itulah sebabnya [m] adalah nasal dan [b] adalah oral. Suara [m] selalu disertai dengan getaran pita suara, sehingga disuarakan. Maka disebut bilabial nasal. Tidak perlu dikatakan disuarakan karena semua bunyi nasal adalah disuarakan (voiced).
[m] tidak memiliki alofon kecuali dirinya sendiri. Ejaan sebagian besar dengan <m> tetapi dapat meminta ganda <mm> dalam posisi tengah kata. Pada posisi akhir juga dapat ditulis sebagai <mb> atau <me>. Dengan demikian kita memiliki kata-kata seperti:
 
main                                common                          calm

Fonem / m / hampir suara yang universal, yaitu, ditemukan di hampir setiap bahasa. Indonesia juga memiliki itu. Oleh karena itu, fonem ini bukan merupakan masalah bagi Indonesia belajar bahasa Inggris.

     Nasal [n]

Suara nasal [n] diproduksi dengan cara yang sama seperti [d], yaitu dengan menempatkan ujung lidah pada ridge alveolar. Bedanya dengan [d] adalah yang dilalui aliran udara dilepaskan, yang, untuk [n], adalah melalui hidung, akan untuk [d] melalui mulut.
Bunyi ini disebut alveolar nasal. Sekali lagi, tidak perlu untuk menyebutkan kata disuarakan karena semua nasal adalah disuarakan.

Inggris Fonem / n / ditemukan dalam kata posisi IMF, dan hanya memiliki satu alofon yang itu sendiri. Hal ini dieja dengan <n> dapat diikuti dengan menambahkan <e> sehingga membentuk <ne>. Berikut ini ada beberapa contoh:
 
not                        manner                                     none                     

Fonem / n / hampir juga universal. Indonesia tidak memiliki masalah dalam mengucapkannya. Satu-satunya masalah terletak pada ejaan-apakah itu dengan <n> tunggal atau ganda <nn>.

     Nasal [ŋ]

Nasal [ŋ] diartikulasikan dalam cara yang sama seperti [g], yaitu dengan meletakkan bagian belakang lidah pada vellum. Velum tidak menyentuh bagian atas tenggorokan, sehingga memungkinkan aliran udara untuk keluar melalui hidung. Sementara itu, suara [g] diproduksi dengan memiliki aliran udara keluar melalui mulut sebagai velum tidak menutup rongga hidung. Dan bunyi ini disebut velar nasal.

Dalam bahasa Inggris, bunyi ini hanya ditemukan pada posisi tengah atau akhir kata. Seperti :

Singer                                       thing
                                     
Inggris [ŋ] dapat diucapkan dalam dua cara yang berbeda seperti [ŋ] atau [NG].
Sing dan hanger, misalnya, diucapkan dengan suara [ŋ]: [siŋǝr] dan [hæŋǝr]. Namun, kata finger dan hungry yang diucapkan dengan [NG] - [Fingar]. Aturan umum adalah bahwa jika kata dapat dipotong menjadi dua morfem, yaitu, dua unit kata bermakna, pengucapan nya adalah [ŋ] seperti dalam sing-er, sing-ing, dan hang-er. Jika terdiri dari satu morfem, yaitu, jika tidak dapat dipotong menjadi dua, pengucapan adalah [NG]. Kata fin-ger, misalnya, tidak bisa, dibagi  menjadi dua morfem. Dengan kata lain, finger tidak berasal dari fing-er.
Masalah dengan aturan ini adalah ada pengecualian untuk longer dan
longestdengan pasti dapat dipotong menjadi dua morfem, long-er dan long-est, masing-masing, tapi pengucapan tersebut tidak dengan [ŋ], tetapi dengan [NG] - [lɔŋgǝr] dan [lɔŋgɪst].
Suara dieja dengan <ng> seperti dapat dilihat di bawah ini.
 
king                                bang

Orang Indonesia tidak memiliki masalah dengan hal ini fonem bahasa Inggris. Nah, sekarang justru orang Inggrislah yang kesulitan untuk mempelajari bunyi ini pada awal kata, sedangkan orang Indonesia terbiasa mengucpkapnnya sehari-hari seperti pada kata:

Ngapel                                      ngorek

Selasa, 30 April 2013

Halaqah, mentoring, liqo-an, apa sih itu??

Halaqoh atau mentoring sebenarnya istilah yang artinya sama-sama berarti kelompok pengajian kecil yang terdiri dari seorang murabbi atau mentor dan 3-10 orang mutarabbi atau mentee. Secara bahasa halaqah artinya lingkaran, dalam hal ini berarti lingkaran orang-orang yang duduk bersama dalam suatu majelis pengajian untuk bersama-sama mengkaji dan mempelajari Islam. Dalam bahasa yang lebih populer bisa juga disebut sebagai pengajian atau majelis ta'lim.
Halaqah atau mentoring merupakan tempat charge  iman. Karena selain mengkaji Islam secara menyeluruh seperti tahsin (memperbaiki bacaan al Qur'an), muroja'ah (mengulang bacaan / hafalan al Qur'an dan hadits), dan membiasakan diri untuk berinfaq, di sini juga tempat menambah sahabat yang saling mengingatkan dalam kebaikan. Betapa tidak, dalam setiap pertemuan yang rutin itu tidak jarang diadakan qodhoya (curhat) untuk bersama-sama mencari solusi yang ihsan (baik) dan games yang dapat mempererat hubungan dalam kelompok.

Orang yang telah mengikuti halaqah atau mentoring terlihat dari cara berpakaiannya. bagi yang akhwat (wanita) biasanya dicirkan dari kerudungnya yang lebar dan memakai gamis dan kaus kaki. sedangkan yang ikhwan (laki-laki) biasanya dari janggut tipis di dagunya. Terlihat pula dari tingkah lakunya yang Islami, santun, dan selalu menggunakan kata-kata serapan dari bahasa Arab sehari-hari.

Fenomena halaqah kini sudah menjamur di mana-mana. Berbeda dengan era orde baru yang sulit menyiarkan agama, bahkan untuk menunjukkan identitas keislaman (berjilbab) pun dilarang, maka kini semuanya telah jauh lebih leluasa untuk menyiarkan agama Islam. Dibalik semua dampak positif dari masa berkembangnya halaqah, adapula hal-hal yang berdampak negatif bagi sistem dakwah satu ini. Mulai dari masuknya aliran-aliran garis keras bahkan aliran sesat kedalam suatu kelompok untuk kepentingan pribadi atau kelompok lain, sehingga menghancurkan kepercayaan orang sekitar terhadap bentuk pengajian seperti ini. Selain itu ketidaklancaran proses halaqoh yang menyebabkan bobroknya ruhiyah para halaqianjuga dapat menjadi faktor hancurnya satu kelompok, sehingga merusak citra anak-anak Liqo-an yang lain.

Dalam halaqah atau mentoring, terdapat adab / aturan yang mesti dipatuhi oleh semua anggota, yakni dimulai dengan basmalah lalu tilawatil qur'an, diisi dengan materi agama Islam kemudian diskusi, evaluasi muthaba'ah yaumiyah / laporan ibadah harian , dan diakhiri dengan do'a rabithah (pengikat hati) setelah itu hamdalah serta do'a penutup majelis. Seperti halnya kelompok besar / organisasi yang lain, dalam kelompok mentoring juga terdapat struktur kelompok yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara.

Rundown (susunan) acara sesuai adab halaqah atau mentoring merupakan dasar kelancaran dalam proses pembentukan pribadi para mentee agar tujuan dapat dicapai dengan maksimal. Meskipun dalam pelaksanaannya tidak terlalu kaku. Inilah yang kemudian disebut dengan ruh dari halaqah atau mentoring, tidak terlihat terlalu baku pengaturannya namun dirasakan sangat mengikat hati, yang membuat para mentee merasa dekat dengan mentor maupun dengan sesama mentee.
Namun demikian, belakangan banyak fenomena terjadi tentang halaqah yang berdampak negatif bagi sistem dakwah satu ini. Penyebabnya beragam, mulai dari masuknya aliran-aliran garis keras bahkan aliran sesat kedalam suatu kelompok untuk kepentingan pribadi atau kelompok lain, sehingga menghancurkan kepercayaan orang sekitar terhadap bentuk pengajian seperti ini. 

Selain itu, ketidaklancaran proses halaqah yang menyebabkan bobroknya ruhiyah para mentee juga dapat menjadi faktor hancurnya satu kelompok halaqah, sehingga merusak citra seluruh masyarakat halaqah. 
Seperti kisah salah seorang teman yang selama sekolah di SMK ia adalah aktifis ROHIS, pakaiannya, subhanallah, sudah sangat sempurna menutup aurat. Sempurna sekali sehingga semua orang kagum melihat keanggunan yang terpancar dari pakaian itu. Namun setelah lulus sekolah dan ia bekerja di sebuah pabrik, ia mulai jarang hadir halaqah, statu fesbuknya mulai berubah menjadi curhat colongan, foto-foto pun banyak yang dipasang sedang bergaya seperti hijabers non syar'i, hingga akhirnya status hubungannya di fesbukpun ikut berubah dari "lajang" menjadi "berpacaran". Semua orang dibuatnya shock sampai-sampai ada akhwat yang menangis melihat perubahan saudarinya ini. masya Allah. Jadilah tetangga di dunia maya heboh bin rusuh mengetahuinya, tak ketinggalan sang murabbi yang baru tahu belakangan, bingung lantaran tiba-tiba laporan tentang mutarabbinya negatif semua.Setelah diselidiki, ternyata kurangnya inntensitas pertemuan antara binaan dan murabbi menyebabkannya semakin malas untuk datang ketempat halaqah. Iya pun lebih sering berinteraksi dengan rekan kerjanya yang notabene bukan orang yang sudah mengerti tentang batasan pergaulan terhadap lawan jenis. Si akhwat yang berkepribadian sangat welcome ini kemudian terlena dalam pergaulan yang sedikit "fulgar".

Jadi, halaqah atau mentoring merupakan sistem pendidikan yang komperhensif dan juga sarana pengawasan terhadap siswa dan/atau mahasiswa, serta solusi bagi masalah kenakalan remaja yang semakin mengkhawatirkan ini.