Pages

Selasa, 30 April 2013

Halaqah, mentoring, liqo-an, apa sih itu??

Halaqoh atau mentoring sebenarnya istilah yang artinya sama-sama berarti kelompok pengajian kecil yang terdiri dari seorang murabbi atau mentor dan 3-10 orang mutarabbi atau mentee. Secara bahasa halaqah artinya lingkaran, dalam hal ini berarti lingkaran orang-orang yang duduk bersama dalam suatu majelis pengajian untuk bersama-sama mengkaji dan mempelajari Islam. Dalam bahasa yang lebih populer bisa juga disebut sebagai pengajian atau majelis ta'lim.
Halaqah atau mentoring merupakan tempat charge  iman. Karena selain mengkaji Islam secara menyeluruh seperti tahsin (memperbaiki bacaan al Qur'an), muroja'ah (mengulang bacaan / hafalan al Qur'an dan hadits), dan membiasakan diri untuk berinfaq, di sini juga tempat menambah sahabat yang saling mengingatkan dalam kebaikan. Betapa tidak, dalam setiap pertemuan yang rutin itu tidak jarang diadakan qodhoya (curhat) untuk bersama-sama mencari solusi yang ihsan (baik) dan games yang dapat mempererat hubungan dalam kelompok.

Orang yang telah mengikuti halaqah atau mentoring terlihat dari cara berpakaiannya. bagi yang akhwat (wanita) biasanya dicirkan dari kerudungnya yang lebar dan memakai gamis dan kaus kaki. sedangkan yang ikhwan (laki-laki) biasanya dari janggut tipis di dagunya. Terlihat pula dari tingkah lakunya yang Islami, santun, dan selalu menggunakan kata-kata serapan dari bahasa Arab sehari-hari.

Fenomena halaqah kini sudah menjamur di mana-mana. Berbeda dengan era orde baru yang sulit menyiarkan agama, bahkan untuk menunjukkan identitas keislaman (berjilbab) pun dilarang, maka kini semuanya telah jauh lebih leluasa untuk menyiarkan agama Islam. Dibalik semua dampak positif dari masa berkembangnya halaqah, adapula hal-hal yang berdampak negatif bagi sistem dakwah satu ini. Mulai dari masuknya aliran-aliran garis keras bahkan aliran sesat kedalam suatu kelompok untuk kepentingan pribadi atau kelompok lain, sehingga menghancurkan kepercayaan orang sekitar terhadap bentuk pengajian seperti ini. Selain itu ketidaklancaran proses halaqoh yang menyebabkan bobroknya ruhiyah para halaqianjuga dapat menjadi faktor hancurnya satu kelompok, sehingga merusak citra anak-anak Liqo-an yang lain.

Dalam halaqah atau mentoring, terdapat adab / aturan yang mesti dipatuhi oleh semua anggota, yakni dimulai dengan basmalah lalu tilawatil qur'an, diisi dengan materi agama Islam kemudian diskusi, evaluasi muthaba'ah yaumiyah / laporan ibadah harian , dan diakhiri dengan do'a rabithah (pengikat hati) setelah itu hamdalah serta do'a penutup majelis. Seperti halnya kelompok besar / organisasi yang lain, dalam kelompok mentoring juga terdapat struktur kelompok yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara.

Rundown (susunan) acara sesuai adab halaqah atau mentoring merupakan dasar kelancaran dalam proses pembentukan pribadi para mentee agar tujuan dapat dicapai dengan maksimal. Meskipun dalam pelaksanaannya tidak terlalu kaku. Inilah yang kemudian disebut dengan ruh dari halaqah atau mentoring, tidak terlihat terlalu baku pengaturannya namun dirasakan sangat mengikat hati, yang membuat para mentee merasa dekat dengan mentor maupun dengan sesama mentee.
Namun demikian, belakangan banyak fenomena terjadi tentang halaqah yang berdampak negatif bagi sistem dakwah satu ini. Penyebabnya beragam, mulai dari masuknya aliran-aliran garis keras bahkan aliran sesat kedalam suatu kelompok untuk kepentingan pribadi atau kelompok lain, sehingga menghancurkan kepercayaan orang sekitar terhadap bentuk pengajian seperti ini. 

Selain itu, ketidaklancaran proses halaqah yang menyebabkan bobroknya ruhiyah para mentee juga dapat menjadi faktor hancurnya satu kelompok halaqah, sehingga merusak citra seluruh masyarakat halaqah. 
Seperti kisah salah seorang teman yang selama sekolah di SMK ia adalah aktifis ROHIS, pakaiannya, subhanallah, sudah sangat sempurna menutup aurat. Sempurna sekali sehingga semua orang kagum melihat keanggunan yang terpancar dari pakaian itu. Namun setelah lulus sekolah dan ia bekerja di sebuah pabrik, ia mulai jarang hadir halaqah, statu fesbuknya mulai berubah menjadi curhat colongan, foto-foto pun banyak yang dipasang sedang bergaya seperti hijabers non syar'i, hingga akhirnya status hubungannya di fesbukpun ikut berubah dari "lajang" menjadi "berpacaran". Semua orang dibuatnya shock sampai-sampai ada akhwat yang menangis melihat perubahan saudarinya ini. masya Allah. Jadilah tetangga di dunia maya heboh bin rusuh mengetahuinya, tak ketinggalan sang murabbi yang baru tahu belakangan, bingung lantaran tiba-tiba laporan tentang mutarabbinya negatif semua.Setelah diselidiki, ternyata kurangnya inntensitas pertemuan antara binaan dan murabbi menyebabkannya semakin malas untuk datang ketempat halaqah. Iya pun lebih sering berinteraksi dengan rekan kerjanya yang notabene bukan orang yang sudah mengerti tentang batasan pergaulan terhadap lawan jenis. Si akhwat yang berkepribadian sangat welcome ini kemudian terlena dalam pergaulan yang sedikit "fulgar".

Jadi, halaqah atau mentoring merupakan sistem pendidikan yang komperhensif dan juga sarana pengawasan terhadap siswa dan/atau mahasiswa, serta solusi bagi masalah kenakalan remaja yang semakin mengkhawatirkan ini.