Bulan bahasa merupakan program
pemerintah Indonesia dalam mensosialisasikan penggunaan Bahasa Indonesia yang
baik dan benar dengan cara mengkhususkan satu bulan berbahasa Indonesia tanpa
bahasa asing dan daerah. Dengan adanya peringatan Bulan Bahsa yang diterapkan
di sekolah-sekolah maka para siswadan guru dapat merasakan keterkaitannya
dengan pembelajaran Bahasa Indonesia disetiap jenjang pendidikan di Indonesia.
Untuk itulah hampir setiap
sekolah di Indonesia masih terus memperingati Bulan Bahasa ini sebagai bentuk
kepedulian terhadap maraknya pelanggaran-pelanggaran kaidah bahasa nasional dewasa
ini. Karena dalam peringatan ini semua siswa yang berada di lingkungan sekolah
dilarang menggunakan bahasa daerah serta istilah-isilah asing yang masih dapat
digunakan dalam Bahasa Indonesia selama satu bulan.
SMK Perintis adalah salah satu
sekolah yang mulai memperingati Bulan Bahasa dengan cara yang terbilang biasa
namun berbeda jika dilaksanakan di sekolah ini. Salah seorang siswa mengatakan
bahwa pengadaan Bulan Bahasa ini cukup menyenangkan dan bermanfaat. Mereka pun
tidak merasa terbebani karena harus menggunakan bahasa yang baku selama berada
di lingkungan sekolah.
Bulan Oktober dipilih sebagai bulan
yang yang paling tepat untuk melangsungkan peringatan Bulan Bahasa ini karena
didalamnya terdapat sebuah hari besar Negara Indonesia yaitu Hari Sumpah
Pemuda. Dibuka sejak satu Oktober dan akan ditutup pada akhir Oktober.
Peran guru terhadap sosialisasi Bahasa
Indonesia ini memang sangat besar karena para guru di sekolahlahlah yang
memberi ruang bagi siswa untuk belajar dan mempraktekkannya di luar sekolah. Penggunaan
bahasa yang benar dan efektif juga merupakan sarana bagi para guru dan siswa
untuk proses belajar mengajar yang efisien, karena Bahasa Indonesia adalah
bahasa pemersatu bagi rarusan suku yang berbeda di seluruh Indonesia.
Di Sekolah yang berlokasi di kampung
Teriti ini juga mengadakan sebuah acara puncak sekaligus penutupan Bulan Bahasa
yang didedikasikan untuk para guru. Acara puncak di SMK Perintis ini diselenggarakan
oleh para siswa dengan tema “dari Siswa SMK Perintis untuk Pahlawan Tanpa Tanda
Jasa” pada . Penyelenggaraan ini diupayakan sebaik dan semeriah mungkin tanpa
campur tangan dari guru-guru sebagai hadiah untuk mengingat jasa guru-guru
mereka yang selama ini mengajarkan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di
setiap kesempatan.
Satu hari sebelum penyelenggaraan
puncak sekaligus penutupan acara telah terlihat kesibukan dari para siswa SMK
mempersiapkan segala sesuatu untuk keberhasilan acara ini. Mulai dari dekorasi
panggung, tata susara, pengisi acara hingga meja dan kursi-kursi dibariskan
dengan rapih demi kenyamanan para hadirin agar dapat menikmati suguhan istimewa
dari para siswa. Siswa-siswi cerdas ini benar-benar mengkonsep acaranya seperti
sebuah konser besar. Disamping ada penampilan dari siswa-siswi berprestasi
serta hiburan dari grup musik terkenal, ada juga pembacaan puisi untuk guru
dari siswa yang berkolaborasi dengan grup Paduan Suara SMK Perintis.
Persiapan yang matang terlihat
jelas pada saat pelaksanaan acara tepat pada akhir bulan Oktober. Semua guru
mengungkapkan keharuan mereka dengan tetesan airmata. Salah seorang guru yang
memberikan sambutan pun mengucapkan terimakasih atas persembahan yang luarbiasa
ini. Beliau berharap agar hormat siswa terhadap guru-guru mereka berlangsung
selamanya.
Setelah seluruh rangkaian
sambutan terlaksana, penutupan Bulan Bahasa juga dilakukan untuk melanjutkan acara
selanjutnya. Berikutnya adalah acara “sungkeman” yang diwakili oleh beberapa
guru dan siswa di atas panggung. Dan acara pun ditutup dengan doa dan masih
oleh siswa.
Acara puncak di SMK Perintis pada peringatan Bulan Bahasa ini
bukanlah satu hal yang berlebihan bagi para guru, mengingat keterkaitan antara
guru dan Bahasa Indonesia yang tidak dapat dipisahkan.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bismillahirrahmanirrahiim