Palestina, Libya, Syria, Myanmar, dan kini Mesir. Tempat di mana saudara-saudara muslim dijajah dan dirampas hak-haknya termasuk haknya untuk hidup oleh para yahudi biadab dan sekutu-sekutunya.
Speechless... maaf ,saudaraku, saya terlambat menyadari kejadian ini..
Baru sekarang mulai menyaksikan syahid-mu dan merasakan penderitaan-mu dari balik layar yang aman ini..
Teringat kalimat yang meruntuhkan airmata teriring sesal mendalam..,
"kami, Ikhwanul Muslimin, yakin seyakin-yakinnya bahwa mengabaikan sejengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim adalah tindakan kriminal yang tidak terampuni, hingga kita mengembalikannya, atau hancur karenanya."
Kami mencintaimu wahai syuhada....
Kamis, 15 Agustus 2013
Kamis, 18 Juli 2013
Untuk anak-anak ayah tercinta
Assalamu'alaikum , anak-anakku..
Di hari-hari senja, Ayah berharap bisa bermanja dengan kalian, menikmati masa tua indah bersama Ibu, menimang dan bermain bersama cucu. Namun, yang terjadi malah keributan di antara kalian. Meributkan biaya pengobatan penyakit tua Ayah, biaya listrik dan air, biaya makan kami, yang kalian anggap tak adil pembagiannya. Menangis hati Ayah namun tak sanggup pula Ayah menolak pemberian kalian, karena memang Ayah tak dapat mencari nafkah lagi.
Oh.. Ternyata Ayah masih bisa merasakan dan melihat kalian, dari ruang yang berbeda ini, tubuh Ayah telah kaku dan sakit ketika tersentuh. Bergantian orang-orang datang. Syukurlah, kalian juga datang dan menangisi kepergian Ayah. Tak lupa 'kan, permintaan Ayah yang terakhir, Ayah ingin dimakamkan di TPU tengah kota, dekat kubur saudara Ayah.
Salam,
Ayah yang menyayangi kalian
Ayah ingin ceritakan sedikit tentang Ayah..
Dulu ketika ayah masih muda dan gagah, ayah selalu berpikir apa saja untuk membahagiakan kalian. Ayah bekerja dengan sepenuh hati dan tenaga yang ayah punya, untuk kalian. Karena kalian adalah raja bagi ayah dan Ibu kalian. Bahkan ayah sampai lupa kehadirat Tuhan, Sang Raja yang sesungguhnya dan kepada-Nya lah kita akan kembali.
Ayah bahagia sekali melihat senyum di wajah kalian, setiap ayah pulang membawa oleh-oleh, tak pernah Ayah pulang dengan tangan kosong. Kini kalian sudah dewasa dan Ayah mulai lemah, Ayah mengerti apa yang kalian rasakan waktu kecil. Ayah pun demikian, ingin selalu dimanja.
Namun sepertinya kedewasaan kalian adalah sinyal bagi Ayah dan Ibu untuk berpisah dengan kalian. Kalian mulai pergi dan jarang menengok Ayah dan Ibu di rumah. Jadilah hanya Ibu yang merawat Ayah tanpa lelah. Dengar Nak, Ibu kalian juga sudah tua. Sudah mulai pikun, sering sakit, dan tak jarang Ayah melihat ibu menangis saat tubuh rentanya tak kuat berjalan.
Uang yang setiap bulan kalian bawakan cukup memenuhi kebutuhan kami, meski itulah yang menjadikan kalian berselisih. Pertengkaran kalian seperti kaca yang mengiris hati kami. Terutama Ayah, tak pantaskah kami menerima belas kasih kalian, setidaknya untuk mengganti sebagian kecil dari oleh-oleh yang Ayah bawakan sewaktu kalian kecil.
Ayah tahu, kami tak pantas berharap balas budi kalian, namun jika bukan kalian yang menjadi pembela kami, siapa lagi? Di akhirat kelak pun Ayah akan tetap menjadi Ayah kalian, yang dimintai pertanggung jawaban atas diri kalian, anak-anak Ayah.
Namun sepertinya kedewasaan kalian adalah sinyal bagi Ayah dan Ibu untuk berpisah dengan kalian. Kalian mulai pergi dan jarang menengok Ayah dan Ibu di rumah. Jadilah hanya Ibu yang merawat Ayah tanpa lelah. Dengar Nak, Ibu kalian juga sudah tua. Sudah mulai pikun, sering sakit, dan tak jarang Ayah melihat ibu menangis saat tubuh rentanya tak kuat berjalan.
Uang yang setiap bulan kalian bawakan cukup memenuhi kebutuhan kami, meski itulah yang menjadikan kalian berselisih. Pertengkaran kalian seperti kaca yang mengiris hati kami. Terutama Ayah, tak pantaskah kami menerima belas kasih kalian, setidaknya untuk mengganti sebagian kecil dari oleh-oleh yang Ayah bawakan sewaktu kalian kecil.
Ayah tahu, kami tak pantas berharap balas budi kalian, namun jika bukan kalian yang menjadi pembela kami, siapa lagi? Di akhirat kelak pun Ayah akan tetap menjadi Ayah kalian, yang dimintai pertanggung jawaban atas diri kalian, anak-anak Ayah.
Di hari-hari senja, Ayah berharap bisa bermanja dengan kalian, menikmati masa tua indah bersama Ibu, menimang dan bermain bersama cucu. Namun, yang terjadi malah keributan di antara kalian. Meributkan biaya pengobatan penyakit tua Ayah, biaya listrik dan air, biaya makan kami, yang kalian anggap tak adil pembagiannya. Menangis hati Ayah namun tak sanggup pula Ayah menolak pemberian kalian, karena memang Ayah tak dapat mencari nafkah lagi.
Belum lagi rumah yang hendak kalian jual padahal Ayah dan Ibu masih menempatinya. Kalian tahu, Ayah sedih sekali mendengan keributan soal yang satu ini, sebab di rumah inilah kalian dibesarkan, ke rumah ini Ayah pulang dan membawa oleh-oleh untuk kalian. Tetapi Ayah mengerti kekhawatiran kalian, rumah ini memang warisan satu-satunya yang Ayah dan Ibu miliki. Ayah merasa seperti benda rongsokan yang sayang bila dibuang. Benar kah?
Beberapa jam yang lalu, Ayah sadar, Ayah menangis untuk terakhir kalinya, 'Penjemput' Ayah telah tiba, rupanya Ibumu sudah menangkap pertandanya, ia pun mendatangi Ayah seusai shalat malam dan meminta Ayah meridhoinya, memaafkan segala kesalahannya. Ibumu menangis mencium tangan Ayah, dan yang mengiris hati Ayah bukan terharu akan kesalihan ibu kalian, namun saat itu tak ada satupun anak Ayah memberi sapaan terakhir.
Di detik-detik terakhir Ayah di dunia ini, Ayah ingat semua kejadian indah saat Ayah kanak-kanak, remaja, dewasa dan memiliki anak pertama, kedua, dan ketiga. Semuanya kebahagiaan Ayah. Astaghfirullah.. benar-benar sudah dekat malaikat maut itu. Selamat tinggal istriku, selamat tinggal anak-anak ayah...
Oh.. Ternyata Ayah masih bisa merasakan dan melihat kalian, dari ruang yang berbeda ini, tubuh Ayah telah kaku dan sakit ketika tersentuh. Bergantian orang-orang datang. Syukurlah, kalian juga datang dan menangisi kepergian Ayah. Tak lupa 'kan, permintaan Ayah yang terakhir, Ayah ingin dimakamkan di TPU tengah kota, dekat kubur saudara Ayah.
Bersama keluarga kalian masing-masing, Ayah melihat airmata cucu ayah yang ketakutan melihat jenazah Ayah. Kalian sibuk mempersiapkan acara pemandian dan pemakaman Ayah. Tetangga juga sangat baik mau membantu kalian. Saat dimandikan, Ayah berharap pelan-pelan saja menyirami dan menggosok tubuh Ayah, Nak. Tetesan air itu terasa pedih di tubuh jenazah.
Apa lagi salah Ayah? lagi-lagi kalian ribut masalah pemakaman Ayah. Hanya karena harga tanahnya yang agak mahal, kalian memilih menolak permintaan Ayah dan memilih TPU di pinggiran kota yang sebagian wilayahnya terendam air
Apa lagi salah Ayah? lagi-lagi kalian ribut masalah pemakaman Ayah. Hanya karena harga tanahnya yang agak mahal, kalian memilih menolak permintaan Ayah dan memilih TPU di pinggiran kota yang sebagian wilayahnya terendam air
Meski sedih, tapi Ayah tak dapat menolak. Terserah kalian saja. Oya, tahu tidak, Nak saat kalian menurunkan jenazah Ayah ke liang lahat, rasanya Ayah tenggelam, seperti cucian kotor yang kalian rendam. Dingin sekali, makanya Ayah mengitari kalian semua dan pengantar yang ada untuk meminta selimut. Namun nihil, kalian tetap tega merendam Ayah dan tanah makam jatuh mengotori sebagian kain penutup Ayah sebelum kalian menutup Ayah dengan papan penyanggah, begitu terburu-buru.
Selesai sampai di sini kah harapan Ayah terhadap kalian? Tidak, anak-anak Ayah. Ayah tetap menunggu kiriman doa kalian. Doa yang mungkin bisa menghangatkan tubuh Ayah dan melegakan sedikit lubang ini.
Hanya doa kalian yang tulus, sampai bagi Ayah. Semoga kalian tetap sehat, segara sadar akan dosa kalian, dan Allah jadikan Ayah ayah yang beruntung karena keshalihan kalian, meskipun Ayah tak lagi di sisi kalian. Namun Ayah tetap ada dan selalu menunggu doa-doa kalian untuk Ayah.
Salam,
Ayah yang menyayangi kalian
Rabu, 19 Juni 2013
Dakwah
Dakwah..
belum lama ku kenal jalan ini. . .
belum juga banyak yang telah aku lakukan untuknya. . .
ujian kesetiaan pun masih dalam bilangan yang sedikit. . .
betapa malu diri ini. . .
mendengar kisah mujahidin. .
Abu Bakar, Umar ibn Khattab, Ali ibn Umar, Usman bin Affan, Hasan dan Husain..
Siti Khadijah, Fatimah binti Rasulullah saw. . .
mereka berkorban dengan sepenuh jiwa dan harta. . .
Saat tak kuasa perasaanku tersiksa oleh ku sendiri. . .
terucap dalam benak, aku. . .
aku. . sudah lelah melangkah bersama kalian. .
aku berharap kebaikan dari manusia. . . semata-mata agar ada yang menerima ku
Tapi, kembali ku teringat pesan mu wahai kawan. . .
bahwa dakwah ini akan berjaya meski tanpaku. . .
dan amanah ini masih di pundakku. . .
Biarkan aku selesaikan dulu tugasku. . .
memastikan dakwah kita telah pada sosok yang tepat. .
memastikan dakwah ini tumbuh mengakar pada jiwa-jiwa ksatria-Nya. . .
Kini, aku kembali pada yang datang mengundangku. . .
Dakwah hingga akhirnya. .
ku kan sematkan puisi perpisahan sekaligus undangan pada mu, bersama menyusuri jalan menuju surga,
wahai kawan tercinta. . .
belum lama ku kenal jalan ini. . .
belum juga banyak yang telah aku lakukan untuknya. . .
ujian kesetiaan pun masih dalam bilangan yang sedikit. . .
betapa malu diri ini. . .
mendengar kisah mujahidin. .
Abu Bakar, Umar ibn Khattab, Ali ibn Umar, Usman bin Affan, Hasan dan Husain..
Siti Khadijah, Fatimah binti Rasulullah saw. . .
mereka berkorban dengan sepenuh jiwa dan harta. . .
Saat tak kuasa perasaanku tersiksa oleh ku sendiri. . .
terucap dalam benak, aku. . .
aku. . sudah lelah melangkah bersama kalian. .
aku berharap kebaikan dari manusia. . . semata-mata agar ada yang menerima ku
Tapi, kembali ku teringat pesan mu wahai kawan. . .
bahwa dakwah ini akan berjaya meski tanpaku. . .
dan amanah ini masih di pundakku. . .
Biarkan aku selesaikan dulu tugasku. . .
memastikan dakwah kita telah pada sosok yang tepat. .
memastikan dakwah ini tumbuh mengakar pada jiwa-jiwa ksatria-Nya. . .
Kini, aku kembali pada yang datang mengundangku. . .
Dakwah hingga akhirnya. .
ku kan sematkan puisi perpisahan sekaligus undangan pada mu, bersama menyusuri jalan menuju surga,
wahai kawan tercinta. . .
Senin, 17 Juni 2013
Latihan berdoa untuk ayah selagi beliau masih bersamaku
15 Zulhijah 21 tahun lalu terkisah seorang ayah perokok berat yang sangat menginginkan anak perempuan setelah doanya - tujuh tahun setelah pernikahan - dikabulkan oleh Allah swt untuk memiliki seorang putera, seketika berhenti merokok karena mendapati isterinya telah selamat melahirkan seorang puteri mungil dan putih. Subhanallah, sejak saat itu rokok tak pernah lagi menjadi sahabatnya.
Alhamdulillah.. Setiap hari sang ayah melihat tumbuh kembang puterinya dengan penuh perhatian. Tak seorang pun mengira bahwa bapak yang jagoan silat ini ternyata sangat penyayang. Saking dekatnya ia dengan puterinya, setiap sang ayah keluar kota untuk bekerja, gadis kecil ini selalu terserang demam.
Sejak puterinya masuk SMP, sang ayah pun semakin sering bertugas jauh dari rumah dan jarang pulang. Akibatnya ia jarang berkumpul dengan keluarganya. Gadis kecil itu sering mendapat sindiran dari orang - orang perihal kepergian ayahnya yang mungkin disebabkan keretakan rumahtangganya. Namun, ia tetap yang paling tahu tentang kedua orangtuanya. "Keluarga kami memang tidak selalu berkumpul setiap hari, tetapi kami tahu bahwa kami tercipta untuk satu samalain dan akan tetap begitu sampai di akhirat. Ya kan Ya Allah?" begitu doa si tuan puteri setiap kali merasa rindu kepada ayahnya.
Tak terasa waktu berjalan, sang ayah yang dulu kekar dan terpancar pesona keshalihan di tetsan air wudhunya, kini sudah tua dan sering menuntut perhatian kepada kami makmumnya. Mungkin karena usia membuatnya khawatir.
Pada suatu ketika sang ayah sedang berbaring sambil menonton televisi ditemani puterinya, tanpa sengaja melihat tayangan tentang hari ayah, dan pembawa acaranya mengatakan bahwa agar para pemirsa memeluk dan mencium ayah yang berada disampingnya.
Tanpa malu, gadis itu langsung mencium sang ayah dan berkata "ini loh ayahku, nih aku peluk, aku cium..", disambut dengan pelukan hangat dari ayahnya sambil menangis. Untuk pertama kali sanga ayah menangis dihadapan puterinya.
Mungkin terdengar melakolis tetapi dia adalah ayahku. Seorang yang sejak dua puluh satu tahun lalu menjadi ayah yang selalu dapat aku banggakan -semoga Allah mengampuni dosanya- ialah penguat disaat aku mulai rajin mengeluh, meratapi hidupku. Ialah sosok pelipur disaat aku letih dalam mencari jatidiri dan penguat disaat aku mulai lunglai pasrah dalam dosa. Ialah alasan bagiku untuk menyusuri jalan dakwah dan menggarap ladang keshalihan.
Baginya kupersembahkan doa terkhusyuk kepada rabb-ku dan rabb-nya.
Semoga aku tak memberatkan langkahnya menuju surga Allah kelak di akhirat.
"Allahummaghfirli wali wali dayya warhamhuma kama rabbayani shaghira.. Aamiin.."
Senin, 20 Mei 2013
The English Affricates
Affricates sound atau bunyi
afrikat merupakan gabungan dari bunyi hambat dan frikatif; bunyi hambat yang
digunakan itu hanya /t/ yang digabung dengan /ʃ/ dan /d/ yang digabung dengan /ʒ/, seperti dalam kata cheap dan jeep. Jadi cara mengucapkannya adalah
dengan menahan /t/ atau /d/ lalu melepaskannya perlahan sehingga terdengan
suara gesekan. Dalam hal ini antara /tʃ/ dan /dʒ/ masing-masing hanya memiliki
satu fonem.
a. Afrikat
/tʃ/
Bunyi
/tʃ/ dihasilkan dengan cara menempatkan lidah bagian ujung dan tengah lidah
pada langit-langit-langit lunak dibelakang gigi, bibir agak dimonyongkan, velum
menutup nasal, dan ketika lidah diturunkan, aliran udara dari paru-paru
dilepaskan. Pertama untuk bunyi hambat /t/
dan diikuti dengan /ʃ/ sehingga menghasilkan sedikit gesekan .
Suara sihasilkan tanpa vinrasi vocal
folds , sehingga /tʃ/ disebut bunyi afrikat alveopalatal tidak bersuara.
Bunyi
/tʃ/ dapat kita temukan dari posisi awal, tengah, dan akhir dari kata-kata. Dan
bunyi ini tidak memiliki alofon yang lain. Ejaan yang dibaca dapat berupa
<ch>, <tch>, atau <te> seperti dalam kata-kata berikut ini :
Cheap match gate
Questions watch
Questions watch
Fonem / ʧ / hanya sebuah masalah etik. Indonesia biasanya tidak memonyongkan bibir ketika mengucapkannya seperti ketika mengucapkan [ʃ]. Namun, jenis atau pengucapan biasanya tidak mengganggu komunikasi. Itu hanya membuat kita terdengar asing.
b. Afrikat [ʤ]
Afrikat [ʤ] sebenarnya diproduksi dengan cara yang persis sama dengan
afrikati [tʃ] namun pada saat mengucapkan suara ini, ada vibrasi / getaran di vocal folds, Oleh karena itu disebut bunyi
ini disebut afrikat alveopalatal bersuara ..
Bunyi
fonem ini dapat kita temukan pada kata-kata berikut ini:
Judge large magic
Hal ini sebagian besar dieja dengan
<j> grafem, namun ejaan lain yang
mungkin seperti dapat dilihat di
bawah ini:
<j> jet melompat pekerjaan
<d> pascasarjana tugas kelulusan
<dg> hakim bergeming lencana
<g> George pesta orgy magic
Inggris Fonem / ʤ / agak sulit bagi
orang Indonesia untuk diucapkan.
Dalam
pengucapan orang Indonesia biasanya hanya seperti mengucapkan /j/ saja. Kita
dapat temukan dalam posisi awal dan tengah kata-kata bahasa Indonesia.
Sedangkan untuk huruf <j> di akhir suku kata bahasa Indonesia jarang
ditemukan.
Berikut
contohnya:
Jari maju
Nasal bahasa Inggris
Dalam bahasa Inggris ada tiga nasal:
[m] seperti dalam kata
make, [n] seperti pada
kata now, dan [ŋ] seperti dalam kata sing.
Nasal [m]
Jika kita membandingkan cara suara [m] diproduksi
dengan yang [b], kita
akan lihat bahwa keduanya diproduksi
dengan memiliki dua bibir bersentuhan dengan satu sama lain. Dengan
kata lain, dua suara yang bilabial. Apa yang membuat berbeda adalah dua
cara artikulasi. Untuk
[m] rongga hidung terbuka dengan memiliki velum tidak bersentuhan dengan bagian atas tenggorokan. Udara diblokir oleh bibir.
Ketika dilepaskan, udara untuk [m] keluar
melalui hidung /
nasal , karena [b] itu adalah melalui mulut.
Itulah sebabnya [m] adalah nasal dan [b] adalah
oral. Suara [m] selalu disertai dengan getaran pita suara, sehingga
disuarakan. Maka disebut bilabial
nasal. Tidak perlu dikatakan disuarakan karena semua bunyi
nasal adalah disuarakan (voiced).
[m] tidak memiliki alofon kecuali dirinya sendiri. Ejaan sebagian besar dengan <m> tetapi dapat meminta ganda <mm> dalam posisi tengah kata. Pada posisi akhir juga dapat ditulis sebagai <mb> atau <me>. Dengan demikian kita memiliki kata-kata seperti:
[m] tidak memiliki alofon kecuali dirinya sendiri. Ejaan sebagian besar dengan <m> tetapi dapat meminta ganda <mm> dalam posisi tengah kata. Pada posisi akhir juga dapat ditulis sebagai <mb> atau <me>. Dengan demikian kita memiliki kata-kata seperti:
main common calm
Fonem / m / hampir suara yang universal, yaitu, ditemukan di hampir setiap bahasa. Indonesia juga memiliki itu. Oleh karena itu, fonem ini bukan merupakan masalah bagi Indonesia belajar bahasa Inggris.
Nasal [n]
Suara nasal [n] diproduksi dengan cara yang sama seperti [d], yaitu dengan menempatkan ujung lidah pada ridge alveolar.
Bedanya dengan [d] adalah yang dilalui aliran udara dilepaskan, yang, untuk [n], adalah melalui hidung, akan
untuk [d] melalui mulut.
Bunyi ini disebut alveolar nasal. Sekali lagi, tidak
perlu untuk menyebutkan kata
disuarakan karena semua nasal adalah
disuarakan.
Inggris Fonem / n / ditemukan dalam kata
posisi IMF, dan
hanya memiliki satu alofon yang itu sendiri. Hal ini dieja dengan <n>
dapat diikuti dengan menambahkan <e> sehingga membentuk <ne>. Berikut
ini ada beberapa contoh:
not manner none
Fonem / n / hampir juga universal. Indonesia
tidak memiliki masalah dalam mengucapkannya.
Satu-satunya masalah terletak pada
ejaan-apakah itu dengan
<n> tunggal atau ganda <nn>.
Nasal [ŋ]
Nasal [ŋ] diartikulasikan dalam cara yang sama seperti [g], yaitu dengan meletakkan bagian belakang lidah pada
vellum. Velum tidak
menyentuh bagian atas tenggorokan,
sehingga memungkinkan aliran
udara untuk keluar melalui hidung. Sementara itu, suara [g] diproduksi dengan
memiliki aliran udara keluar
melalui mulut sebagai velum tidak menutup rongga
hidung. Dan bunyi ini disebut velar nasal.
Dalam
bahasa Inggris, bunyi ini hanya ditemukan pada posisi tengah atau akhir kata.
Seperti :
Singer thing
Inggris [ŋ] dapat diucapkan dalam dua cara yang berbeda seperti [ŋ] atau [NG]. Sing dan hanger, misalnya, diucapkan dengan suara [ŋ]: [siŋǝr] dan [hæŋǝr]. Namun, kata finger dan hungry yang diucapkan dengan [NG] - [Fingar]. Aturan umum adalah bahwa jika kata dapat dipotong menjadi dua morfem, yaitu, dua unit kata bermakna, pengucapan nya adalah [ŋ] seperti dalam sing-er, sing-ing, dan hang-er. Jika terdiri dari satu morfem, yaitu, jika tidak dapat dipotong menjadi dua, pengucapan adalah [NG]. Kata fin-ger, misalnya, tidak bisa, dibagi menjadi dua morfem. Dengan kata lain, finger tidak berasal dari fing-er.
Masalah dengan aturan ini adalah ada pengecualian untuk longer dan longestdengan pasti dapat dipotong menjadi dua morfem, long-er dan long-est, masing-masing, tapi pengucapan tersebut tidak dengan [ŋ], tetapi dengan [NG] - [lɔŋgǝr] dan [lɔŋgɪst].
Suara dieja dengan <ng> seperti dapat dilihat di bawah ini.
king bang
Orang Indonesia
tidak memiliki masalah dengan hal ini fonem bahasa Inggris. Nah,
sekarang justru orang Inggrislah yang kesulitan untuk mempelajari bunyi ini
pada awal kata, sedangkan orang Indonesia terbiasa mengucpkapnnya sehari-hari
seperti pada kata:
Ngapel ngorek
Selasa, 30 April 2013
Halaqah, mentoring, liqo-an, apa sih itu??
Halaqoh atau mentoring sebenarnya istilah yang artinya sama-sama berarti kelompok pengajian kecil yang terdiri dari seorang murabbi atau mentor dan 3-10 orang mutarabbi atau mentee. Secara bahasa halaqah artinya lingkaran, dalam hal ini berarti
lingkaran orang-orang yang duduk bersama dalam suatu majelis pengajian
untuk bersama-sama mengkaji dan mempelajari Islam. Dalam bahasa yang
lebih populer bisa juga disebut sebagai pengajian atau majelis ta'lim.
Halaqah atau mentoring merupakan tempat charge iman. Karena selain mengkaji Islam secara menyeluruh seperti tahsin (memperbaiki bacaan al Qur'an), muroja'ah (mengulang bacaan / hafalan al Qur'an dan hadits), dan membiasakan diri untuk berinfaq, di sini juga tempat menambah sahabat yang saling mengingatkan dalam kebaikan. Betapa tidak, dalam setiap pertemuan yang rutin itu tidak jarang diadakan qodhoya (curhat) untuk bersama-sama mencari solusi yang ihsan (baik) dan games yang dapat mempererat hubungan dalam kelompok.
Orang yang telah mengikuti halaqah atau mentoring terlihat dari cara berpakaiannya. bagi yang akhwat (wanita) biasanya dicirkan dari kerudungnya yang lebar dan memakai gamis dan kaus kaki. sedangkan yang ikhwan (laki-laki) biasanya dari janggut tipis di dagunya. Terlihat pula dari tingkah lakunya yang Islami, santun, dan selalu menggunakan kata-kata serapan dari bahasa Arab sehari-hari.
Fenomena halaqah kini sudah menjamur di mana-mana. Berbeda dengan era orde baru yang sulit menyiarkan agama, bahkan untuk menunjukkan identitas keislaman (berjilbab) pun dilarang, maka kini semuanya telah jauh lebih leluasa untuk menyiarkan agama Islam. Dibalik semua dampak positif dari masa berkembangnya halaqah, adapula hal-hal yang berdampak negatif bagi sistem dakwah satu ini. Mulai dari masuknya aliran-aliran garis keras bahkan aliran sesat kedalam suatu kelompok untuk kepentingan pribadi atau kelompok lain, sehingga menghancurkan kepercayaan orang sekitar terhadap bentuk pengajian seperti ini. Selain itu ketidaklancaran proses halaqoh yang menyebabkan bobroknya ruhiyah para halaqianjuga dapat menjadi faktor hancurnya satu kelompok, sehingga merusak citra anak-anak Liqo-an yang lain.
Dalam halaqah atau mentoring, terdapat adab / aturan yang mesti dipatuhi oleh semua anggota, yakni dimulai dengan basmalah lalu tilawatil qur'an, diisi dengan materi agama Islam kemudian diskusi, evaluasi muthaba'ah yaumiyah / laporan ibadah harian , dan diakhiri dengan do'a rabithah (pengikat hati) setelah itu hamdalah serta do'a penutup majelis. Seperti halnya kelompok besar / organisasi yang lain, dalam kelompok mentoring juga terdapat struktur kelompok yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara.
Rundown (susunan) acara sesuai adab halaqah atau mentoring merupakan dasar kelancaran dalam proses pembentukan pribadi para mentee agar tujuan dapat dicapai dengan maksimal. Meskipun dalam pelaksanaannya tidak terlalu kaku. Inilah yang kemudian disebut dengan ruh dari halaqah atau mentoring, tidak terlihat terlalu baku pengaturannya namun dirasakan sangat mengikat hati, yang membuat para mentee merasa dekat dengan mentor maupun dengan sesama mentee.
Namun demikian, belakangan banyak fenomena terjadi tentang halaqah yang berdampak
negatif bagi sistem dakwah satu ini. Penyebabnya beragam, mulai dari masuknya aliran-aliran
garis keras bahkan aliran sesat kedalam suatu kelompok untuk kepentingan
pribadi atau kelompok lain, sehingga menghancurkan kepercayaan orang
sekitar terhadap bentuk pengajian seperti ini.
Selain itu, ketidaklancaran proses halaqah yang menyebabkan bobroknya ruhiyah para mentee juga dapat menjadi faktor hancurnya satu kelompok halaqah, sehingga merusak citra seluruh masyarakat halaqah.
Selain itu, ketidaklancaran proses halaqah yang menyebabkan bobroknya ruhiyah para mentee juga dapat menjadi faktor hancurnya satu kelompok halaqah, sehingga merusak citra seluruh masyarakat halaqah.
Seperti kisah salah seorang teman yang selama sekolah di SMK ia adalah aktifis ROHIS, pakaiannya, subhanallah, sudah sangat sempurna menutup aurat. Sempurna sekali sehingga semua orang kagum melihat keanggunan yang terpancar dari pakaian itu. Namun setelah lulus sekolah dan ia bekerja di sebuah pabrik, ia mulai jarang hadir halaqah, statu fesbuknya mulai berubah menjadi curhat colongan, foto-foto pun banyak yang dipasang sedang bergaya seperti hijabers non syar'i, hingga akhirnya status hubungannya di fesbukpun ikut berubah dari "lajang" menjadi "berpacaran". Semua orang dibuatnya shock sampai-sampai ada akhwat yang menangis melihat perubahan saudarinya ini. masya Allah. Jadilah tetangga di dunia maya heboh bin rusuh mengetahuinya, tak ketinggalan sang murabbi yang baru tahu belakangan, bingung lantaran tiba-tiba laporan tentang mutarabbinya negatif semua.Setelah diselidiki, ternyata kurangnya inntensitas pertemuan antara binaan dan murabbi menyebabkannya semakin malas untuk datang ketempat halaqah. Iya pun lebih sering berinteraksi dengan rekan kerjanya yang notabene bukan orang yang sudah mengerti tentang batasan pergaulan terhadap lawan jenis. Si akhwat yang berkepribadian sangat welcome ini kemudian terlena dalam pergaulan yang sedikit "fulgar".
Jadi, halaqah atau mentoring merupakan sistem pendidikan yang komperhensif dan juga sarana pengawasan terhadap siswa dan/atau mahasiswa, serta solusi bagi masalah kenakalan remaja yang semakin mengkhawatirkan ini.
Jadi, halaqah atau mentoring merupakan sistem pendidikan yang komperhensif dan juga sarana pengawasan terhadap siswa dan/atau mahasiswa, serta solusi bagi masalah kenakalan remaja yang semakin mengkhawatirkan ini.
![]() |
Minggu, 03 Februari 2013
jalan menuju syurga ada 6
Catatan dapet dari pengajian ibu-ibu RW 09 Kutabaru Tangerang, tanggal 02 Februari 2013. Oleh penceramah Ust. Ahmad Fullay, M.A.
Orang- orang yang di rindui syurga ada 6, yaitu:
Orang- orang yang di rindui syurga ada 6, yaitu:
1. Orang yang mengenal Allah dan ia taat.
Mengenal Allah sebagai Tuhan kita, sang pencipta, sang raja dr segala raja - yang mengatur yang ada di langit dan bumi - sehingga tidak menjadikannya sombong dengan nikmat yang diterimanya. Iyalah, apa yang mau dibanggakan? Orang yang mengaku kaya saja yang punya uang tabungan di bank 2 milyar bangga, padahal yang harta yang dia miliki hanyalah apa yang dimakannya. Paling juga hanya 200 ribu sehari, yang kalau sampai ke perut sama saja dengan yang dimakan sama orang miskin yang hanya makan nasi dan sayur bening. Dan miliknya juga cuma harta yang diinfakkan, paling juga 100 ribu ya kann... Biar lebih manfaat mendingan besok-besok belanjakan saja 2 milyarnya untuk beli makanan orang sekampung. Hahaha..
2. Orang yang mengenal syetan kemudian ia tidak menurutinya.
Barang siapa yang mengenal setan sesuai penggambaran Allah dan ia berhati-hati, tidak bermaksiat, selalu berlindung kepada Allah maka ia akan selamat. Jelas banget, tapi ada saja cara setan mengecoh kita sampai kita tersesat. Astaghfiruulah...
3. Orang yang mengenal rumus dunia namun ia tidak berambisi (kepada dunia)
Dunia ini bagaikan roda yang terus berputar, kadang di atas kadang dibawah.. Begitu katanya orang. Tapi bener loh, Dunia ini memang cuma itu-itu saja yang terjadi. ketika di beri kenikmatan kita senang dan ketika diberi kesulitan kebanyakan mengeluh. Seharusnya tinggal kita nikmati saja, seumpama sakit sudah dua hari, dibawa kedokter dan sembuh. cuma 2 hari mengeluhnyaa minta ampun, padahal diberi sehat setahun 365 hari (2 hari sakitnya) tlupa sama nikmat Allah. Dan dari sakitnya yang hanya 2 hari itu berapa banyak orang yang menerima rizki, tukang becak, satpam puskesmas, suster, dokter, tukang obat dan lain-lain. Hadeh..
4. Orang yang mengenal akhirat dan ia cari akherat
Hampir semua orang tau dan percaya hari kiamat pasti datang. Ada yang siap-siap pindah keluar angkasa, ada yang biasa saja, ada yang ribut karena ndak mau percaya, bahkan ada yang ketakutan sampai bunuh diri. Masya Allah.. mungkin mereka itu tidak tau dan tidak percaya hari setelah hari kiamat kali ya.. bedakan sama orang yang mengenal akhirat, mereka berlomba-lomba mencari bekal untuk ibawa keakhirat, bahakan sebelum isu kiamat merebak dimana-mana, karena mereka bersiap dengan kematian yang tidak tahu kapan datangnya.
Suatu hari ada orang yang mengahadapi kematian (sakratul maut), dimulutnya cuma keluar kata-kata "coba jauhan.....coba semuanya....coba yang baru.." berulang-ulang diucapkan. ternyata "coba jauhan" itu teringat ketika ia menuntun seorang tua menuju masjid dan jaraknya dekat. kemudian "coba semuanya" ketika ada pengemis kelaparan dan ia beri hanya sepotong roti dan sisanya ia makan, dan "coba yang baru" itu ketika ada pngemis juga yang meminjam baju sedangkan ia hanya punya dua baju yang satu yang sedang ia pakai dan yang satu lagi masih baru, lalu ia berikan baju yang ia pakai kemudian ia kenakan baju baru untuk dirinya sendiri. ya sudahlah penysalan memang selalu datang terlambat.. :(
5. Orang yang mengenal sesuatu yang benar dan ia tegakkan
Berlaku jujur itu benar, berbuat baik itu benar, korupsi itu salah itu benar.. loh?! Seandainya diberikan amanah orang ini selalu berusaha agar tidak membentur syari'at, selalu mencari kebenaran yang hakiki (filsafat kali) tapi iya itu benar. benar benar dirindui syurga orang ini..
6. Orang yang mengenal hal yang salah dan ia jauhi
Hal yang salah biasanya selalu menjerumuskan, jadi mending tidak main-main sama hal-hal yang tida bener ini. meskipun banyak orang yang menjadi lebih baik setelah melakukan keburukan tetapi itu hanya sedikit. hanya yang diberi hidayah saja oleh Allah, lha, terus kalau cuma coba-coba, sekedar mau tau seburuk apa sih sampai-sampai hal itu merugikan.. itu tidak ada gunanya.. "lakukan yang memberi manfaat dan tinggalkan yang banyak mudaratnya bagimu."
Misalnya ada temannya yang suka bermaksiat dan sukar di nasihati maka sebaiknya di jauhi saja, daripada ikut kecipratan laknat-Nya.. tapi jangan kalau kebetulan melihat ada orang yang hendak mencuri? bagaimana sikap kita? Menegur takut dipukuli maling, kalau diteriakin takut bikin rusuh, kalau ditimpukin malingnya kemudian kabur malingnya juga keburu kabur bawa barang curiannya.. Huft.. kita ceramahi saja... pasti kabur deh dia.. takut mau tobat :D (mencoba melucu. klo ndak lucu yaa tinggalkan saja)
Langganan:
Postingan (Atom)




