Pages

Rabu, 19 Juni 2013

Dakwah

Dakwah..
belum lama ku kenal jalan ini. . .
belum juga banyak yang telah aku lakukan untuknya. . .
ujian kesetiaan pun masih dalam bilangan yang sedikit. . .

betapa malu diri ini. . .
mendengar kisah mujahidin. .
Abu Bakar, Umar ibn Khattab, Ali ibn Umar, Usman bin Affan, Hasan dan Husain..
Siti Khadijah, Fatimah binti Rasulullah saw. . .
mereka berkorban dengan sepenuh jiwa dan harta. . .

Saat tak kuasa perasaanku tersiksa oleh ku sendiri. . .
terucap dalam benak, aku. . .
aku. . sudah lelah melangkah bersama kalian. .
aku berharap kebaikan dari manusia. . . semata-mata agar ada yang menerima ku

Tapi, kembali ku teringat pesan mu wahai kawan. . .
bahwa dakwah ini akan berjaya meski tanpaku. . .
dan amanah ini masih di pundakku. . .

Biarkan aku selesaikan dulu tugasku. . .
memastikan dakwah kita telah pada sosok yang tepat. .
memastikan dakwah ini tumbuh mengakar pada jiwa-jiwa ksatria-Nya. . .

Kini, aku kembali pada yang datang mengundangku. . .
Dakwah hingga akhirnya. .
ku kan sematkan puisi perpisahan sekaligus undangan pada mu, bersama menyusuri jalan menuju surga,
wahai kawan tercinta. . .


Senin, 17 Juni 2013

Latihan berdoa untuk ayah selagi beliau masih bersamaku

15 Zulhijah 21 tahun lalu terkisah seorang ayah perokok berat yang sangat menginginkan anak perempuan setelah doanya - tujuh tahun setelah pernikahan - dikabulkan oleh Allah swt untuk memiliki seorang putera, seketika berhenti merokok karena mendapati isterinya telah selamat melahirkan seorang puteri mungil dan putih. Subhanallah, sejak saat itu rokok tak pernah lagi menjadi sahabatnya. 

Alhamdulillah.. Setiap hari sang ayah melihat tumbuh kembang puterinya dengan penuh perhatian. Tak seorang pun mengira bahwa bapak yang jagoan silat ini ternyata sangat penyayang. Saking dekatnya ia dengan puterinya, setiap sang ayah keluar kota untuk bekerja, gadis kecil ini selalu terserang demam. 

Sejak puterinya masuk SMP, sang ayah pun semakin sering bertugas jauh dari rumah dan jarang pulang. Akibatnya ia jarang berkumpul dengan keluarganya. Gadis kecil itu sering mendapat sindiran dari orang - orang perihal kepergian ayahnya yang mungkin disebabkan keretakan rumahtangganya. Namun, ia tetap yang paling tahu tentang kedua orangtuanya. "Keluarga kami memang tidak selalu berkumpul setiap hari, tetapi kami tahu bahwa kami tercipta untuk satu samalain dan akan tetap begitu sampai di akhirat. Ya kan Ya Allah?" begitu doa si tuan puteri setiap kali merasa rindu kepada ayahnya. 

Tak terasa waktu berjalan, sang ayah yang dulu kekar dan terpancar pesona keshalihan di tetsan air wudhunya, kini sudah tua dan sering menuntut perhatian kepada kami makmumnya. Mungkin karena usia membuatnya khawatir. Pada suatu ketika sang ayah sedang berbaring sambil menonton televisi ditemani puterinya, tanpa sengaja melihat tayangan tentang hari ayah, dan pembawa acaranya mengatakan bahwa agar para pemirsa memeluk dan mencium ayah yang berada disampingnya. Tanpa malu, gadis itu langsung mencium sang ayah dan berkata "ini loh ayahku, nih aku peluk, aku cium..", disambut dengan pelukan hangat dari ayahnya sambil menangis. Untuk pertama kali sanga ayah menangis dihadapan puterinya. 

Mungkin terdengar melakolis tetapi dia adalah ayahku. Seorang yang sejak dua puluh satu tahun lalu menjadi ayah yang selalu dapat aku banggakan -semoga Allah mengampuni dosanya- ialah penguat disaat aku mulai rajin mengeluh, meratapi hidupku. Ialah sosok pelipur disaat aku letih dalam mencari jatidiri dan penguat disaat aku mulai lunglai pasrah dalam dosa. Ialah alasan bagiku untuk menyusuri jalan dakwah dan menggarap ladang keshalihan. 

Baginya kupersembahkan doa terkhusyuk kepada rabb-ku dan rabb-nya. Semoga aku tak memberatkan langkahnya menuju surga Allah kelak di akhirat. 

"Allahummaghfirli wali wali dayya warhamhuma kama rabbayani shaghira.. Aamiin.."

Senin, 20 Mei 2013

The English Affricates




Affricates sound atau bunyi afrikat merupakan gabungan dari bunyi hambat dan frikatif; bunyi hambat yang digunakan itu hanya /t/ yang digabung dengan /ʃ/ dan /d/ yang digabung dengan /ʒ/,  seperti dalam kata cheap  dan jeep. Jadi cara mengucapkannya adalah dengan menahan /t/ atau /d/ lalu melepaskannya perlahan sehingga terdengan suara gesekan. Dalam hal ini antara /tʃ/ dan /dʒ/ masing-masing hanya memiliki satu fonem.

a.    Afrikat /tʃ/

Bunyi /tʃ/ dihasilkan dengan cara menempatkan lidah bagian ujung dan tengah lidah pada langit-langit-langit lunak dibelakang gigi, bibir agak dimonyongkan, velum menutup nasal, dan ketika lidah diturunkan, aliran udara dari paru-paru dilepaskan. Pertama untuk bunyi hambat /t/  dan  diikuti dengan  /ʃ/ sehingga menghasilkan sedikit gesekan . Suara sihasilkan tanpa vinrasi vocal folds , sehingga /tʃ/ disebut bunyi afrikat alveopalatal tidak bersuara.

Bunyi /tʃ/ dapat kita temukan dari posisi awal, tengah, dan akhir dari kata-kata. Dan bunyi ini tidak memiliki alofon yang lain. Ejaan yang dibaca dapat berupa <ch>, <tch>, atau <te> seperti dalam kata-kata berikut ini :

Cheap                                       match                                                 gate
Questions                                  watch          

Fonem / ʧ / hanya
sebuah masalah etik. Indonesia biasanya tidak memonyongkan bibir ketika mengucapkannya seperti ketika mengucapkan [ʃ]. Namun, jenis atau pengucapan biasanya tidak mengganggu komunikasi. Itu hanya membuat kita terdengar asing. 
     
     b. Afrikat [ʤ]

Afrikat [ʤ] sebenarnya diproduksi dengan cara yang persis sama dengan afrikati [tʃ] namun pada saat mengucapkan suara ini, ada vibrasi / getaran di vocal folds, Oleh karena itu disebut bunyi ini disebut afrikat alveopalatal bersuara ..
Bunyi fonem ini dapat kita temukan pada kata-kata berikut ini:

Judge                     large                      magic

                  
Hal ini sebagian besar dieja dengan <j> grafem, namun ejaan lain yang mungkin seperti dapat dilihat di bawah ini:

<j> jet melompat pekerjaan
<d> pascasarjana tugas kelulusan
<dg> hakim bergeming lencana
<g> George pesta orgy magic

Inggris Fonem / ʤ / agak sulit bagi orang Indonesia untuk diucapkan.
Dalam pengucapan orang Indonesia biasanya hanya seperti mengucapkan /j/ saja. Kita dapat temukan dalam posisi awal dan tengah kata-kata bahasa Indonesia. Sedangkan untuk huruf <j> di akhir suku kata bahasa Indonesia jarang ditemukan.
Berikut contohnya:

Jari                        maju

Nasal bahasa Inggris

Dalam bahasa Inggris ada tiga nasal: [m] seperti dalam kata make, [n] seperti pada kata now, dan [ŋ] seperti dalam kata sing.
     
     Nasal [m]

Jika kita membandingkan cara suara [m] diproduksi dengan yang [b], kita akan lihat bahwa keduanya diproduksi dengan memiliki dua bibir bersentuhan dengan satu sama lain. Dengan kata lain, dua suara yang bilabial. Apa yang membuat berbeda adalah dua cara artikulasi. Untuk [m] rongga hidung terbuka dengan memiliki velum tidak bersentuhan dengan bagian atas tenggorokan. Udara diblokir oleh bibir. Ketika dilepaskan, udara untuk [m] keluar melalui hidung / nasal , karena [b] itu adalah melalui mulut. Itulah sebabnya [m] adalah nasal dan [b] adalah oral. Suara [m] selalu disertai dengan getaran pita suara, sehingga disuarakan. Maka disebut bilabial nasal. Tidak perlu dikatakan disuarakan karena semua bunyi nasal adalah disuarakan (voiced).
[m] tidak memiliki alofon kecuali dirinya sendiri. Ejaan sebagian besar dengan <m> tetapi dapat meminta ganda <mm> dalam posisi tengah kata. Pada posisi akhir juga dapat ditulis sebagai <mb> atau <me>. Dengan demikian kita memiliki kata-kata seperti:
 
main                                common                          calm

Fonem / m / hampir suara yang universal, yaitu, ditemukan di hampir setiap bahasa. Indonesia juga memiliki itu. Oleh karena itu, fonem ini bukan merupakan masalah bagi Indonesia belajar bahasa Inggris.

     Nasal [n]

Suara nasal [n] diproduksi dengan cara yang sama seperti [d], yaitu dengan menempatkan ujung lidah pada ridge alveolar. Bedanya dengan [d] adalah yang dilalui aliran udara dilepaskan, yang, untuk [n], adalah melalui hidung, akan untuk [d] melalui mulut.
Bunyi ini disebut alveolar nasal. Sekali lagi, tidak perlu untuk menyebutkan kata disuarakan karena semua nasal adalah disuarakan.

Inggris Fonem / n / ditemukan dalam kata posisi IMF, dan hanya memiliki satu alofon yang itu sendiri. Hal ini dieja dengan <n> dapat diikuti dengan menambahkan <e> sehingga membentuk <ne>. Berikut ini ada beberapa contoh:
 
not                        manner                                     none                     

Fonem / n / hampir juga universal. Indonesia tidak memiliki masalah dalam mengucapkannya. Satu-satunya masalah terletak pada ejaan-apakah itu dengan <n> tunggal atau ganda <nn>.

     Nasal [ŋ]

Nasal [ŋ] diartikulasikan dalam cara yang sama seperti [g], yaitu dengan meletakkan bagian belakang lidah pada vellum. Velum tidak menyentuh bagian atas tenggorokan, sehingga memungkinkan aliran udara untuk keluar melalui hidung. Sementara itu, suara [g] diproduksi dengan memiliki aliran udara keluar melalui mulut sebagai velum tidak menutup rongga hidung. Dan bunyi ini disebut velar nasal.

Dalam bahasa Inggris, bunyi ini hanya ditemukan pada posisi tengah atau akhir kata. Seperti :

Singer                                       thing
                                     
Inggris [ŋ] dapat diucapkan dalam dua cara yang berbeda seperti [ŋ] atau [NG].
Sing dan hanger, misalnya, diucapkan dengan suara [ŋ]: [siŋǝr] dan [hæŋǝr]. Namun, kata finger dan hungry yang diucapkan dengan [NG] - [Fingar]. Aturan umum adalah bahwa jika kata dapat dipotong menjadi dua morfem, yaitu, dua unit kata bermakna, pengucapan nya adalah [ŋ] seperti dalam sing-er, sing-ing, dan hang-er. Jika terdiri dari satu morfem, yaitu, jika tidak dapat dipotong menjadi dua, pengucapan adalah [NG]. Kata fin-ger, misalnya, tidak bisa, dibagi  menjadi dua morfem. Dengan kata lain, finger tidak berasal dari fing-er.
Masalah dengan aturan ini adalah ada pengecualian untuk longer dan
longestdengan pasti dapat dipotong menjadi dua morfem, long-er dan long-est, masing-masing, tapi pengucapan tersebut tidak dengan [ŋ], tetapi dengan [NG] - [lɔŋgǝr] dan [lɔŋgɪst].
Suara dieja dengan <ng> seperti dapat dilihat di bawah ini.
 
king                                bang

Orang Indonesia tidak memiliki masalah dengan hal ini fonem bahasa Inggris. Nah, sekarang justru orang Inggrislah yang kesulitan untuk mempelajari bunyi ini pada awal kata, sedangkan orang Indonesia terbiasa mengucpkapnnya sehari-hari seperti pada kata:

Ngapel                                      ngorek

Selasa, 30 April 2013

Halaqah, mentoring, liqo-an, apa sih itu??

Halaqoh atau mentoring sebenarnya istilah yang artinya sama-sama berarti kelompok pengajian kecil yang terdiri dari seorang murabbi atau mentor dan 3-10 orang mutarabbi atau mentee. Secara bahasa halaqah artinya lingkaran, dalam hal ini berarti lingkaran orang-orang yang duduk bersama dalam suatu majelis pengajian untuk bersama-sama mengkaji dan mempelajari Islam. Dalam bahasa yang lebih populer bisa juga disebut sebagai pengajian atau majelis ta'lim.
Halaqah atau mentoring merupakan tempat charge  iman. Karena selain mengkaji Islam secara menyeluruh seperti tahsin (memperbaiki bacaan al Qur'an), muroja'ah (mengulang bacaan / hafalan al Qur'an dan hadits), dan membiasakan diri untuk berinfaq, di sini juga tempat menambah sahabat yang saling mengingatkan dalam kebaikan. Betapa tidak, dalam setiap pertemuan yang rutin itu tidak jarang diadakan qodhoya (curhat) untuk bersama-sama mencari solusi yang ihsan (baik) dan games yang dapat mempererat hubungan dalam kelompok.

Orang yang telah mengikuti halaqah atau mentoring terlihat dari cara berpakaiannya. bagi yang akhwat (wanita) biasanya dicirkan dari kerudungnya yang lebar dan memakai gamis dan kaus kaki. sedangkan yang ikhwan (laki-laki) biasanya dari janggut tipis di dagunya. Terlihat pula dari tingkah lakunya yang Islami, santun, dan selalu menggunakan kata-kata serapan dari bahasa Arab sehari-hari.

Fenomena halaqah kini sudah menjamur di mana-mana. Berbeda dengan era orde baru yang sulit menyiarkan agama, bahkan untuk menunjukkan identitas keislaman (berjilbab) pun dilarang, maka kini semuanya telah jauh lebih leluasa untuk menyiarkan agama Islam. Dibalik semua dampak positif dari masa berkembangnya halaqah, adapula hal-hal yang berdampak negatif bagi sistem dakwah satu ini. Mulai dari masuknya aliran-aliran garis keras bahkan aliran sesat kedalam suatu kelompok untuk kepentingan pribadi atau kelompok lain, sehingga menghancurkan kepercayaan orang sekitar terhadap bentuk pengajian seperti ini. Selain itu ketidaklancaran proses halaqoh yang menyebabkan bobroknya ruhiyah para halaqianjuga dapat menjadi faktor hancurnya satu kelompok, sehingga merusak citra anak-anak Liqo-an yang lain.

Dalam halaqah atau mentoring, terdapat adab / aturan yang mesti dipatuhi oleh semua anggota, yakni dimulai dengan basmalah lalu tilawatil qur'an, diisi dengan materi agama Islam kemudian diskusi, evaluasi muthaba'ah yaumiyah / laporan ibadah harian , dan diakhiri dengan do'a rabithah (pengikat hati) setelah itu hamdalah serta do'a penutup majelis. Seperti halnya kelompok besar / organisasi yang lain, dalam kelompok mentoring juga terdapat struktur kelompok yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara.

Rundown (susunan) acara sesuai adab halaqah atau mentoring merupakan dasar kelancaran dalam proses pembentukan pribadi para mentee agar tujuan dapat dicapai dengan maksimal. Meskipun dalam pelaksanaannya tidak terlalu kaku. Inilah yang kemudian disebut dengan ruh dari halaqah atau mentoring, tidak terlihat terlalu baku pengaturannya namun dirasakan sangat mengikat hati, yang membuat para mentee merasa dekat dengan mentor maupun dengan sesama mentee.
Namun demikian, belakangan banyak fenomena terjadi tentang halaqah yang berdampak negatif bagi sistem dakwah satu ini. Penyebabnya beragam, mulai dari masuknya aliran-aliran garis keras bahkan aliran sesat kedalam suatu kelompok untuk kepentingan pribadi atau kelompok lain, sehingga menghancurkan kepercayaan orang sekitar terhadap bentuk pengajian seperti ini. 

Selain itu, ketidaklancaran proses halaqah yang menyebabkan bobroknya ruhiyah para mentee juga dapat menjadi faktor hancurnya satu kelompok halaqah, sehingga merusak citra seluruh masyarakat halaqah. 
Seperti kisah salah seorang teman yang selama sekolah di SMK ia adalah aktifis ROHIS, pakaiannya, subhanallah, sudah sangat sempurna menutup aurat. Sempurna sekali sehingga semua orang kagum melihat keanggunan yang terpancar dari pakaian itu. Namun setelah lulus sekolah dan ia bekerja di sebuah pabrik, ia mulai jarang hadir halaqah, statu fesbuknya mulai berubah menjadi curhat colongan, foto-foto pun banyak yang dipasang sedang bergaya seperti hijabers non syar'i, hingga akhirnya status hubungannya di fesbukpun ikut berubah dari "lajang" menjadi "berpacaran". Semua orang dibuatnya shock sampai-sampai ada akhwat yang menangis melihat perubahan saudarinya ini. masya Allah. Jadilah tetangga di dunia maya heboh bin rusuh mengetahuinya, tak ketinggalan sang murabbi yang baru tahu belakangan, bingung lantaran tiba-tiba laporan tentang mutarabbinya negatif semua.Setelah diselidiki, ternyata kurangnya inntensitas pertemuan antara binaan dan murabbi menyebabkannya semakin malas untuk datang ketempat halaqah. Iya pun lebih sering berinteraksi dengan rekan kerjanya yang notabene bukan orang yang sudah mengerti tentang batasan pergaulan terhadap lawan jenis. Si akhwat yang berkepribadian sangat welcome ini kemudian terlena dalam pergaulan yang sedikit "fulgar".

Jadi, halaqah atau mentoring merupakan sistem pendidikan yang komperhensif dan juga sarana pengawasan terhadap siswa dan/atau mahasiswa, serta solusi bagi masalah kenakalan remaja yang semakin mengkhawatirkan ini. 


Minggu, 03 Februari 2013

jalan menuju syurga ada 6

       Catatan dapet dari pengajian ibu-ibu RW 09 Kutabaru Tangerang, tanggal 02 Februari 2013. Oleh penceramah Ust. Ahmad Fullay, M.A.

Orang- orang yang di rindui syurga ada 6, yaitu:
1. Orang yang mengenal Allah dan ia taat.
        Mengenal Allah  sebagai Tuhan kita, sang pencipta, sang raja dr segala raja - yang mengatur yang ada di langit dan bumi - sehingga tidak menjadikannya sombong dengan nikmat yang diterimanya. Iyalah, apa yang mau dibanggakan? Orang yang mengaku kaya saja yang punya uang tabungan di bank 2 milyar bangga, padahal yang harta yang dia miliki hanyalah apa yang dimakannya. Paling juga hanya 200 ribu sehari, yang kalau sampai ke perut sama saja dengan yang dimakan sama orang miskin yang hanya makan nasi dan sayur bening. Dan miliknya juga cuma harta yang diinfakkan, paling juga 100 ribu ya kann... Biar lebih manfaat mendingan besok-besok belanjakan saja 2 milyarnya untuk beli makanan orang sekampung. Hahaha.. 

2. Orang yang mengenal syetan kemudian ia tidak menurutinya.
        Barang siapa yang mengenal setan sesuai penggambaran Allah dan ia berhati-hati, tidak bermaksiat, selalu berlindung kepada Allah maka ia akan selamat. Jelas banget, tapi ada saja cara setan mengecoh kita sampai kita tersesat. Astaghfiruulah...

3. Orang yang mengenal rumus dunia namun ia tidak berambisi (kepada dunia)
          Dunia ini bagaikan roda yang terus berputar, kadang di atas kadang dibawah.. Begitu katanya orang. Tapi bener loh, Dunia ini memang cuma itu-itu saja yang terjadi. ketika di beri kenikmatan kita senang dan ketika diberi kesulitan kebanyakan mengeluh. Seharusnya tinggal kita nikmati saja, seumpama sakit sudah dua hari, dibawa kedokter dan sembuh. cuma 2 hari mengeluhnyaa minta ampun, padahal diberi sehat setahun 365 hari (2 hari sakitnya) tlupa sama nikmat Allah. Dan dari sakitnya yang hanya 2 hari itu berapa banyak orang yang menerima rizki, tukang becak, satpam puskesmas, suster, dokter, tukang obat dan lain-lain. Hadeh..

4. Orang yang mengenal akhirat dan ia cari akherat
       Hampir semua orang tau dan percaya hari kiamat pasti datang. Ada yang siap-siap pindah keluar angkasa, ada yang biasa saja, ada yang ribut karena ndak mau percaya, bahkan ada yang ketakutan sampai bunuh diri. Masya Allah.. mungkin mereka itu tidak tau dan tidak percaya hari setelah hari kiamat kali ya.. bedakan sama orang yang mengenal akhirat, mereka berlomba-lomba mencari bekal untuk ibawa keakhirat, bahakan sebelum isu kiamat merebak dimana-mana, karena mereka bersiap dengan kematian yang tidak tahu kapan datangnya.
        Suatu hari ada orang yang mengahadapi kematian (sakratul maut), dimulutnya cuma keluar kata-kata "coba jauhan.....coba semuanya....coba yang baru.." berulang-ulang diucapkan. ternyata "coba jauhan" itu teringat ketika ia menuntun seorang tua menuju masjid dan jaraknya dekat. kemudian "coba semuanya" ketika ada pengemis kelaparan dan ia beri hanya sepotong roti dan sisanya ia makan, dan "coba yang baru" itu ketika ada pngemis juga yang meminjam baju sedangkan ia hanya punya dua baju yang satu yang sedang ia pakai dan yang satu lagi masih baru, lalu ia berikan baju yang ia pakai kemudian ia kenakan baju baru untuk dirinya sendiri. ya sudahlah penysalan memang selalu datang terlambat.. :(

5. Orang yang mengenal sesuatu yang benar dan ia tegakkan
          Berlaku jujur itu benar, berbuat baik itu benar, korupsi itu salah itu benar.. loh?! Seandainya diberikan amanah orang ini selalu berusaha agar tidak membentur syari'at, selalu mencari kebenaran yang hakiki (filsafat kali) tapi iya itu benar. benar benar dirindui syurga orang ini..

6. Orang yang mengenal hal yang salah dan ia jauhi
          Hal yang salah biasanya selalu menjerumuskan, jadi mending tidak main-main sama hal-hal yang tida bener ini. meskipun banyak orang yang menjadi lebih baik setelah melakukan keburukan tetapi itu hanya sedikit. hanya yang diberi hidayah saja oleh Allah, lha, terus kalau cuma coba-coba, sekedar mau tau seburuk apa sih sampai-sampai hal itu merugikan.. itu tidak ada gunanya.. "lakukan yang memberi manfaat dan tinggalkan yang banyak mudaratnya bagimu."

      Misalnya ada temannya yang suka bermaksiat dan sukar di nasihati maka sebaiknya di jauhi saja, daripada ikut kecipratan laknat-Nya.. tapi jangan kalau kebetulan melihat ada orang yang hendak mencuri? bagaimana sikap kita? Menegur takut dipukuli maling, kalau diteriakin takut bikin rusuh, kalau ditimpukin malingnya kemudian kabur malingnya juga keburu kabur bawa barang curiannya.. Huft.. kita ceramahi saja... pasti kabur deh dia.. takut mau tobat :D (mencoba melucu. klo ndak lucu yaa tinggalkan saja)


        

Rabu, 31 Oktober 2012

BULAN BAHASA


Bulan Bahasa di SMK Perintis

Bulan bahasa merupakan program pemerintah Indonesia dalam mensosialisasikan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan cara mengkhususkan satu bulan berbahasa Indonesia tanpa bahasa asing dan daerah. Dengan adanya peringatan Bulan Bahsa yang diterapkan di sekolah-sekolah maka para siswadan guru dapat merasakan keterkaitannya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia disetiap jenjang pendidikan di Indonesia.

Untuk itulah hampir setiap sekolah di Indonesia masih terus memperingati Bulan Bahasa ini sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya pelanggaran-pelanggaran kaidah bahasa nasional dewasa ini. Karena dalam peringatan ini semua siswa yang berada di lingkungan sekolah dilarang menggunakan bahasa daerah serta istilah-isilah asing yang masih dapat digunakan dalam Bahasa Indonesia selama satu bulan. 

SMK Perintis adalah salah satu sekolah yang mulai memperingati Bulan Bahasa dengan cara yang terbilang biasa namun berbeda jika dilaksanakan di sekolah ini. Salah seorang siswa mengatakan bahwa pengadaan Bulan Bahasa ini cukup menyenangkan dan bermanfaat. Mereka pun tidak merasa terbebani karena harus menggunakan bahasa yang baku selama berada di lingkungan sekolah.

Bulan Oktober dipilih sebagai bulan yang yang paling tepat untuk melangsungkan peringatan Bulan Bahasa ini karena didalamnya terdapat sebuah hari besar Negara Indonesia yaitu Hari Sumpah Pemuda. Dibuka sejak satu Oktober dan akan ditutup pada akhir Oktober.

Peran guru terhadap sosialisasi Bahasa Indonesia ini memang sangat besar karena para guru di sekolahlahlah yang memberi ruang bagi siswa untuk belajar dan mempraktekkannya di luar sekolah. Penggunaan bahasa yang benar dan efektif juga merupakan sarana bagi para guru dan siswa untuk proses belajar mengajar yang efisien, karena Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bagi rarusan suku yang berbeda di seluruh Indonesia. 

Di Sekolah yang berlokasi di kampung Teriti ini juga mengadakan sebuah acara puncak sekaligus penutupan Bulan Bahasa yang didedikasikan untuk para guru. Acara puncak di SMK Perintis ini diselenggarakan oleh para siswa dengan tema “dari Siswa SMK Perintis untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” pada . Penyelenggaraan ini diupayakan sebaik dan semeriah mungkin tanpa campur tangan dari guru-guru sebagai hadiah untuk mengingat jasa guru-guru mereka yang selama ini mengajarkan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di setiap kesempatan.
Satu hari sebelum penyelenggaraan puncak sekaligus penutupan acara telah terlihat kesibukan dari para siswa SMK mempersiapkan segala sesuatu untuk keberhasilan acara ini. Mulai dari dekorasi panggung, tata susara, pengisi acara hingga meja dan kursi-kursi dibariskan dengan rapih demi kenyamanan para hadirin agar dapat menikmati suguhan istimewa dari para siswa. Siswa-siswi cerdas ini benar-benar mengkonsep acaranya seperti sebuah konser besar. Disamping ada penampilan dari siswa-siswi berprestasi serta hiburan dari grup musik terkenal, ada juga pembacaan puisi untuk guru dari siswa yang berkolaborasi dengan grup Paduan Suara SMK Perintis.
Persiapan yang matang terlihat jelas pada saat pelaksanaan acara tepat pada akhir bulan Oktober. Semua guru mengungkapkan keharuan mereka dengan tetesan airmata. Salah seorang guru yang memberikan sambutan pun mengucapkan terimakasih atas persembahan yang luarbiasa ini. Beliau berharap agar hormat siswa terhadap guru-guru mereka berlangsung selamanya.

Setelah seluruh rangkaian sambutan terlaksana, penutupan Bulan Bahasa juga dilakukan untuk melanjutkan acara selanjutnya. Berikutnya adalah acara “sungkeman” yang diwakili oleh beberapa guru dan siswa di atas panggung. Dan acara pun ditutup dengan doa dan masih oleh siswa.

Acara puncak di SMK Perintis pada peringatan Bulan Bahasa ini bukanlah satu hal yang berlebihan bagi para guru, mengingat keterkaitan antara guru dan Bahasa Indonesia yang tidak dapat dipisahkan.
***