Pages

Selasa, 23 Mei 2017

Legenda Laut Biru (English)

SO long ago, in the Deep Sea kingdom, there lived the sea king with his five mermaid daughters. SIRENETTA was the youngest and the loveliest among them. She had a beautiful voice and everybody from far and wide came to hear her sing and praised her voice and her beauty.

One day, while Sirenetta was swimming on the surface of the water and watching ships go by, she saw a young man falling off his ship. She swam swiftly to save him from drowning and dragged him to the shore. Soon, people found the man on the shore and Sirenetta swam away. This man was actually the prince of a kingdom. When he became conscious, the prince looked around for the girl who had saved him but no one knew who she was.

Sirenetta often thought of the young man and fell in love with the prince, but she was sad because she could never be like all the other ladies he knew. They had two feet and she had a fish tail!

In the Deep Sea lived a witch with magical powers. One day, Sirenetta went to beg her for human legs. The witch said, “I need your beautiful voice! Only then I shall give you legs! But you must remember, every time you set your feet on the ground, it will hurt very badly!” Sirenetta agreed. She did not mind the pain. All she wanted was to be with the prince. As soon as she got her two feet Sirenetta became dumb. When she was leaving, the witch said, “If your prince marries anybody else, you shall dissolve in the sea water. You can never become a mermaid again!”

With the witch’s magic spell, Sirenetta found herself lying on the beach and the prince looking down at her. He asked, “Where are you from?” But she could not reply. The prince took her to his palace and looked after her. They became good friends and had a wonderful time together. Every step Sirenetta took hurt, but she bore it all silently. She loved the prince but the prince was in love with the beautiful maiden who had saved him. The prince did not realise it had been Sirenetta and she couldn’t tell him.

Obeying the wishes of his father, the prince went to meet the daughter of a neighbouring king. Enchanted by her beauty the prince was convinced this was the same maiden who rescued him. He asked the princess to marry him. A grand wedding took place.

Sirenetta was heartbroken. That night, crying she ran to the seashore. There she saw four mermaids. Why, they were her sisters! One of them handed her a knife and said, “Here, Sirenetta! This is a magic knife! We gave our long hair locks to the witch of the Deep Sea and she gave this to us in return. Kill your prince and you shall turn into a mermaid again! Then you can come and live with us!”

Sirenetta took the magic knife and went to the prince’s room at night. But she loved him so much that she could not kill him. She knew that at dawn, she would vanish into the sea, just as the witch of the Deep Sea had told her earlier. She sat on the shore and wept silently.

Suddenly, from the sky came a pink cloud. It lifted her from the land into the sky. “Where am IT’ asked Sirenetta, for now she could talk. The beautiful fairies replied, “We are the air fairies. You are now one of us because you did a good deed for the person you love. Come with us.”

From then on, the little mermaid, Sirenetta, lived in the sky with the fairies.

Wah..menyentuh sekali ya kisahnya putri duyung ini. Dan juga berbeda dengan kisah putri duyung versi Disney :D . Untungnya, kisah ini hanya cerita rakyat.

Enjoy :)

Selasa, 27 Desember 2016

sanggul melati

Tiba-tiba sampai padaku kabar tentangmu.
Tiba-tiba saja riuh ucapan doa tertuju padamu.
Tiba-tiba haru menyelimuti aku..
Tiba-tiba waktu ku tak keruan..
Tiba-tiba saja tersiar kabar yang menggelitik hatiku..
Tiba-tiba hambar tawa terlepas dari bibir ku..
Tiba-tiba tersentuh hatiku..
Tiba-tiba saja teringat semua cita-cita tinggimu..
Mengapa engkau tak perjuangkan mimpimu..
Oh, semua yang tiba-tiba..
Tiba-tiba saja aku malu telah mengagumi mu..

Senin, 21 November 2016

Haru nan gelisah

Biarlah beku yg tidak tersampaikan..
Biarlah jatuh yg tidak terperhatikan..
Biarlah redup yg tidak terdengarkan..
Biar remuk yang tidak terrasakan..

Hujan buangi semua letih..
Awan tutupi semua perih..
Angin seberangi semua mimpi..
Kelabu telusupi semua hati.. 

Masih kah ruang di dalam sana tertata rapi
Saat matahari pun enggan menyinari.. 

Padanya ada rasa.. 
Padanya ada haru nan gelisah

Jumat, 07 Agustus 2015

Pelatihan Edumagic


     Pelatihan Edumagic yang pertama di Serpong Tangsel. Berangkatnya naik motor hampir satu jam karena konvoi diperjalanan sedikit mengalami kendala. Ada yang hilang entah kemana, ada yang sibuk menelpon karena stag tidak tau jalan. Ada juga istirahat menunggu yang lain di persimpangan atau lampu merah.  Sampai di tekapeh, kami sedikit amazed, ternyata di pinggir jalan raya serpong arah Parung, ada "pabrik" serial anak-anak the Happy Holy Kids. 

     Di pelatihan ini kami belajar bernyanyi yang benar untuk anak-anak, sedikit diperkenalkan tentang produksi HHK, dan materi inti kali ini adalah Edumagic alias Sulap untuk pendidikan. Ada beberapa trik sulap yang ditunjukkan oleh trainer, Kak Tardy. Beberapa trik yang mengagumkan, yang biasanya cuma kami lihat di TV. Ternyata lagi, itu semua ada alatnya. Bisa dibeli di toko sulap. Dan beberapa trik yang diajarkan kepada kami. Luarbiasa. Benar-benar "magic".karena dengan benda-benda sederhana yang mudah kita temui sehari-hari bisa digunakan untuk menghibur dan mengajari anak tentang moral. Semua bahan dan cara memaiknannya dipadukan dengan bercerita tentang akhlak.. 


Kamis, 30 Juli 2015

Drama Sarung Warisan


Diangkat dari kisah nyata 

Pagi yang cerah nan ceria seketika mengiris hati. Lumuran darah yang membasahi seluruh kepala kakek tersayang. Beliau terjatuh dari atap lantai tiga rumah. Kejadian yang begitu mengejutkan ini sontak menggemparkan warga sepanjang gang. Kakek lalu dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kepanikan berlangsung begitu singkat. Sehelai kain sarung pun dipakaikan untuk menyelimuti tubuh kakek.
Tak terasa, hari-hari berlalu, kakek pun berangsur membaik. Mamah, tante, dan om bergantian menunggui di RS. Novi dan Ulfa, cucu kesayangan pun datang menengok keadaan kakek. Syukur terucap dalam hati mengetahui kakek sudah boleh kembali ke rumah.
“Ma, sarung Bapak mana?” Bisik Novi, si putri bungsu kepada Mama.
“Ada, lagi dicuci sama tante.” Jawab Mama tenang.
“Jangan sampe hilang atau rusak ya. Itu peninggalan almarhum Bapak satu-satunya untuk Novi.” Tegas Novi, lalu berpamitan pulang menyiapkan rumah untuk menyambut kepulangan kakek dari RS.
Sesampainya Kakek di rumah, Novi dan Ulfa kembali menanyakan sarung itu kepada Mama. Namun sarung itu tidak diketahui keberadaannya. Kini Ulfa angkat bicara.
“Ma, mana sarung Bapak? Kok dicari-cari tidak ketemu?”
“Aduh, dimana ya. Mama juga tidak tahu.” Jawab Mama bingung
“Pokoknya, Mama harus cari sarung itu. Itu peninggalan Bapak satu-satunya. ”
Sedikit menahan gundah Novi ikut bersuara, “Ingat tidak, Ma, Waktu Ayah pergi membawa semua barang-barang miliknya, tanpa mau menyisakan satupun untuk kita, lalu kami sembunyikan ditumpukan cucian?”
Seisi rumah pun sibuk mencari sarung yang tidak begitu bagus itu. Semua tumpukan pakaian dibongkar untuk menemukannya. Tetapi hasilnya nihil. Nenek menyerah dan meminta semuanya untuk berhenti mencari.
“Aduh , Sayang. Sarungnya dimana ya. Kalian beli saja ya, Nak. Ini nenek kasih uang seratus ribu. Harganya tidak mungkin lebih dari ini.” Kata Nenek sambil mengulurkan uang kepada Ulfa.
“Tidak. Kami mau sarung Bapak.”
“Belum ketemu, Nak. Nenek sudah lelah. Ini nenek tambah seratus ribu lagi ya.”
“Tidak. Pokoknya sarung itu harus ketemu!” teriak Ulfa menolak.
“Yasudah, Nenek tambah lagi deh, seratu ribu lagi untuk kalian beli sarung yang lebih bagus. Yang seperti sarung Bapak itu bisa dapat dua lho.” Rayu Nenek.
“Tidak, Nek. Biarpun Nenek kasih satu juta, kami tidak mau. Kami mau sarung itu!” Tegas Ulfa sambil menggenggam tangan adiknya, kemudian meninggalkan Nenek dan uangnya.
Akhirnya Nenek mengerahkan lagi seisi rumah untuk membongkar seluruh lemari dan juga tumpukan tumpukan pakaian untuk mencari sarung ajaib itu. Dan akhirnya sarung itu ditemukan terselip di lemari paling bawah. Tetapi Nenek dan yang lain sengaja tidak langsung mengembalikannya. Termasuk Suci kakak Ulfa dan Novi, menggoda Ulfa dan Novi yang sedang murung di teras.
“Yah, de. Sarungnya tidak ketemu. Lagi pula, sarung jelek masa ditangisi.” Goda Suci sambil tertawa
Novi pun menutup wajahnya dengan bercucuran airmata. Terus saja Kak Suci menertawainya. Karena kehilangan kesabaran, Novi yang tomboy dan berperawakan seperti laki –laki itu, mengambil segelas teh hangat di sampingnya dan segera saja ia lemparkan kepada Kak Suci.
“Cukup.! Siapapun yang menghilangkan atau merusak sarung itu, berurusan sama Novi!” Amarah Novi tak terbendung  dan meninggalkan semua orang.
Semua orang pun menertawainya dan mengembalikan sarung itu kepada Ulfa.

Kamis, 28 Mei 2015

Lupakan Ambisi Pribadi

Bersama tapi tidak sepaham..
sepaham tapi tidak bersama
kondsi yg selalu hadir di antar kita di majelis ini..

bukankah tujuan kita sama,
bukankah hati kita terpaut dakwah
bukankah tauladan kita rasulallah jua
bukankah kita lahir dari rahim dakwah yg tak beda

Banyak orang yang ingin bicara
banyak kata yang ingin disuarakan

Apakah benar atau salah
setidaknya persilahkan dengan ikhlas
atau majukan dengan cerdas..
bangkitlah.. enyahlah kau rasa malas

Gerakan ini gerakan rabbani
yakini satu hal, kita cinta harmoni
barisan cinta, bukan ambisi


Senin, 15 Desember 2014

Kematian yang sangat menyakitkan



Minggu siang jam 08.00 pagi ini aku bergegas berangkat ke kantor. Jarak kantor dan rumah tidak terlalu jauh. Isteriku bilang ia juga akan keluar untuk membeli obat untuk putri ketiga kami.

Kak, aku ke toko obat beli obat untuk Dede..
Anak-anak aku kunci di dalam rumah, mereka masih tidur.
Aku Cuma sebentar.

Saat menerima pesan dari isteriku, tiba-tiba perasaan ku tidak nyaman. Aku putuskan untuk pulang ke rumah, melihat anak-anakku.

Pukul 10.00 aku tiba di pekarangan rumah, ku lihat ramai orang berkumpul di depan rumahku. Aku segera memarkir kendaraanku dan kulihat banyak asap keluar dari celah-celah genting rumahku, aku berlari menghampiri dan berteriak “Api..api..api..!” Semua orang hanya ribut tanpa ada yang berusaha memadamkan api yang melahap rumahku.

“Masya Allah, anak-anak saya, Pak, Bu !” Ku teriaki siapa saja yang ada tapi semua hanya berceloteh tanpa berbuat apa-apa. “Anak-anak saya ada di dalam..!” Pekik ku sekali lagi sambil berlari menuju pintu rumah.

Belum lagi dapat ku raih gagang pintu, sejumlah warga menahan tubuhku dan menjauhkan ku dari pintu. Aku berteriak lagi memanggil-anak-anak ku. Ku saksikan mereka sudah di depan kaca jendela, menggedor-gedor kaca sambil menangis dan berteriak.

Aku tidak berdaya melepaskan diri dari genggaman orang-orang besar yang terus menahan ku untuk menyelamatkan anak-anak ku. AAARRRGGHHH!!!

Anak-anakku masih di depan jendela terus menggedor-gedor kaca dan menangis. “Ayaaah..ayaaah...”. Sampai akhirnya aku tidak lagi melihat mereka mungkin mereka lelah. Setelah satu jam pemadam kebakaran datang dan bekerja, setelah padam barulah warga melepaskan aku, dan membiarkan aku masuk mengeluarkan anak-anak ku dari sana. Alhamdulillah, aku menemukan mereka di dekat jendela. Ya mereka bertiga berpelukan. Anak sululngku memeluk kedua adiknya. Tubuh mereka hitam hitam semua dan kaku. Tubuh mereka melekat satu sama lain dan kaku. Anak-anak ku telah tiada. Semoga Allah mengampuni kebodohanku selama diamanahi ketiga putriku ini..

Masih tak paham sesulit apakah menjebol jendela untuk menyelamatkan putri-putriku ini. Mengapa tidak ada satupun warga yang mendengar teriakan mereka, setidaknya iba melihat putri ku melambai-lambai di balik kaca. 

Betapapun sesal yang kurasa takkan mengembalikan mereka. Aku ikhlaskan anak-anak ku yang masih kecil-kecil ini, semoga menjadi penyelamat di hari kiamat kelak.
 

Barangsiapa yang diamanahi Allah seorang putri, bila mati tidak ditangisi, dan bila hidup dididik secara baik, maka dia dapat jaminan surga
(HR. Abu Dawud, Hakim dari Ibnu Abbas)

.
 Jambi, 2012

Senin, 25 November 2013

Dakwah di Sekolahku

Tiga tahun lalu, aku mulai melirik dunia dakwah sekola. Padahal, aku sudah dinyatakan lulus dari SMK. Hem.. aku jadi bingung harus bercerita dari mana..

Sebenarnya, sejak masa orientasi siswa, aku sudah terdaftar sebagai anggota ROHIS SMK, namun karena aku juga aktif latihan beladiri -waktu itu- membuatku menjadi anggota pasif di ROHIS. Aku tidak pernah hadir mentoring ROHIS, ta'lim gabungan pun hanya sebulan sekali, acara apapun yang diadakan hampir tak pernah aku ikuti, hanya jika ada waktu senggang alias tidak bentrok dengan jam latihan.

Mungkin ini yang disebut hidayah, setelah lulus sekolah aku dilanda gelisah memikirkan kerja atau nikah -sudah ada calonnya- aku tak percaya saran siapapun, termasuk sahabatku sendiri. Entah bagaimana, aku pun mendatangi seorang kakak mentor ROHIS yang tidak begitu aku kenal. Beliau masih muda dan sudah menikah, tentu bisa mengarahkanku kepada solusi yang baik. Kemudian kami terlibat pembicaraan tentang ROHIS -membosankan-, lalu dengan persaan galau, aku minta didata sebagai anggota aktif ketika temanku itu mendata seluruh anggota ROHIS dan mengklasifikasi anggota pasif dan aktif. Sejak itu aku mulai rajin datang dan ikut acara ROHIS di sekolah walaupun sudah berstatus alumnus.

Saat ikut rihlah (jalan-jalan) ROHIS selama dua hari membuatku merasa memiliki teman-teman yang menyenangkan dan menyejukkan, persaudaraan yang selama ini tidak pernah aku rasakan. Mereka baik dan tulus, lembut serta penuh kasihsayang kepada ku. Tak ada anak emas apalagi yang paling hebat, semuanya saling menyayangi.

Satu tahun menjadi aktifis ROHIS, membuatku semakin kadung akan dakwah. Aku pun bergabung di sebuah organisasi remaja masjid. Semakin hari, aku mulai mengerti mengapa dakwah itu butuh kesabaran, dan mengapa para da'i (pendakwah) tidak ingin pergi dari mimbar-mimbarnya. Benar bahwa ummat membutuhkan tuntunan dan bimbingan namun mereka tidak tau betapa mereka butuh. Ummat butuh bantuan pendokrak moral yang sudah lama hilang dari citra bangsa kita. Itu lah tanggungjawab kita, para aktifis dakwah.

Kembali ke topik, tentang dakwah di sekolahku. Setiap hari merasa sibuk dengan berbagai urusan pribadi, kesibukan kerja dan dakwah di luar ROHIS sekolah, telah melalaikanku dari dakwah di sekolahku. Adik-adik kelas, mulai kehilangan arah pergerakan. Satu tahun tanpa melihat mereka, membuatku beristighfar sebanyak-banyaknya, mereka telah hilang dari markas kami yang agung. Tak ada lagi yang mewarnai masjid kami dengan aktifitas-aktifitas tentara putih abu-abu yang biasanya ramai.

Ku coba menilik, ada apa sih, kok hilang aktifis ROHISnya?? ternyata ada virus pink yang mewabah sehingga ta'lim bukan agenda rutin mereka lagi. Duduk-duduk di aula sekolah bersama kekasih, makan berdua sama pacar., tanpa peduli sorotan publik yang menuntut kesolehan mereka. huft.. agenda baru yang asyik memang, tapi memalukan sekali jika pelakunya adalah orang-orang yang seharusnya mengakkan syari'at Islam. Mbok ya diinget gitu loh, niat waktu pertama memutuskan gabung di ROHIS. Katanya mau belajar agama dan menjadi manusia yang lebih baik.

Di pikir-pikir, benar tidak ada asap jika tak ada api. Coba aku tulis penyebab adik-adik ku sampai begini, mungkin inlah dia:
1. Mereka malas datang mengaji
2.  Mereka bosan dengan agenda ROHIS yang monoton
3. Kakak Pembina tak pernah datang menengok

Faktor ketiga yang paling banyak peran meruntuhkan perjuangan para aktifis dakwah sekolah. Menyesal ? Sangat, karena sibuk dengan dunia baru melupakan rumah lama yang butuh perwatan lebih. Mari merenung lagi deh setahun. Tak ada aktifitas dakwah selama satu tahun. Al hasil, lost satu angkatan bahkan dua.

Baik. Sudah lama sekali fakum tanpa seruan jihad di sekolah tercinta ini, kami mulai bersatu lagi, aku dan alumni yang masih peduli ROHIS, membentuk semacam panitia persiapan kemerdekaan. Walaupun tak lama kemudian kami terpecah karena tak sejalan. Masih ada segelintir yang istiqomah, yang seiya sekata. kurang lebih satu bulan kami diam tanpa gerak sama sekali. Aku pun mengeluh kepada pembina senior kami. Kalimatnya benar-benar sakti, "Ïnsya Allah, setelah ini kita akan bergerak melesat. Allahu akbar.!". Yup, Allaahu akbar.. Setelah mengevaluasi, kami berusaha mulai lagi, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang lalu.

Alhmadulillah, sekarang ROHIS SMK kami, tengah menjadi sorotan seluruh siswa dan para guru, bahkan menjadi ekskul paling elit karena semangat dan keteraturan para anggotanya. Para guru sekolah lainyang berada dalam satu yayasan dengan SMK, menuntut agar pembina ROHIS untuk membuka ekskul ini bagi siswa-siswanya.


Ukh. Abdillah
November 2013

Jumat, 18 Oktober 2013

Pertolongan Allah swt Selalu Datang di Saat yang Tepat

Ya Allah, aku sedang Kau uji..
Aku tau, Kau izinkan ku berbuat kesalahan untuk menjadikanku dewasa
Aku mengerti, Kau buat ku merasa bersalah pada semua orang, agar aku tak pergi kemana pun selain kepada Mu
Aku paham, Kau tak ada tandingannya, dan Kau di hatiku
Aku mencintai Mu, ya Allah..


Jumat, 06 September 2013

Muhammad Al-Fatih 1453 | Ustadz Felix Siauw [Full Video]




Allaahu akbar...!!!

825 tahun penantian ditklukkannya Konstantinopel. Rasulullah saw mengatakan bahwa Konstantinopel akan ditaklukkan lebih dulu, ketika sahabat bertanya 'Yang mana dulu, wahai Rasulullah, yang akan kita taklukkan, Konstantinopel atau Roma?'. Dan ternyata Konstantinopel dikuasai oleh kaum muslimin pada tahun 1453 di bawah kepemimpinan seorang Muhammad Al Fatih. Bayangkan wahai saudaraku, lebih dari 800 tahun kota yang kuat nan megah ini hanya mimpi bagi umat Islam. Mimpi yang diyakini akan menjadi kenyataan karena yang mengatakannya adalah seorang Muhammad Rasulullah saw.

Dari pertanyaan sahabat kepada Rasulullah, terdapat dua kota yang disebutkan, Konstantinopel dan Roma. Konstantinopel telah dimenangkan, tetapi Roma belum. Persiapkanlah diri kita untuk menjadi bagian dari kemenangan ini.

Akhwat, bersiaplah menyambut the new Al Fatih.! 









Rabu, 04 September 2013

Merah saga by shouhar

Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir....

Semua menjadi saksi
atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi
atas keteguhanmu....

Ketika yahudi yahudi membantai mu
Merah berkesimbah ditanah air mu
Mewangi harum genangan darahmu
Mebebaskan bumi jihad palestina
Perjuangan telah kau bayar dengan jiwa
Syahid dalam cinta-NYA

Pentingkah SIM?

SIM adalah kartu kecil namun mahal yang harus dimiliki oleh pengendara motor/mobil. Menurut UU No. 22 Tahun 2009 pasal 77 ayat 1, "Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan." Namun ternyata 40 % pengendara tidak memiliki SIM. ow..ow..ow.. Padahal hampir semua orang yang tinggal di daerah perkotaan memiliki kendaraan pribadi yang dikemudikan sendiri. Ada yang menggunakannya untuk jarak dekat, ada juga yang menggunakannya untuk jarak jauh. Penulis sendiri adalah termasuk dalam 40 % ini.

Menurut hemat penulis, SIM adalah bentuk pemborosan dan hanya menguntungkan pihak tertentu saja.

SIM adalah jimat. why?? karena, hampir semua orang yang memiliki SIM hanya untuk menghindari razia polisi atau sekedar jaga-jaga "mana tau kita bakal apes??".Selain itu, SIM adalah ladang parasit. Ini seperti 'jika tertangkap(melanggar aturan) punya SIM bayarnya sedikit, tapi kalau tertangkap tanpa SIM bayarnya banyak' keharusan yang merugikan ya? So, selama taat pada rambu-rambu dan aturan lalu lintas, cukup berdoa supaya Allah -subhanahu wa ta'ala- selamatkan kita dari kecelakaan. 

Penulis sudah dua tahun ini berkendara motor tapi semuanya 'biasa saja' tanpa SIM. Penulis bukannya tidak mau taat pada peraturan, tapi sampai sekarang penulis belum mengerti mengapa semua pengendara harus mempunyai SIM.

Hehehe
Damai pak polisi...!




Rabu, 28 Agustus 2013

Catatan ukhti

Suatu hari seseorang bertanya padaku, "Siapa yang paling kau cintai di dunia ini?",

"Allah." Kataku.

"sebesar apa cintamu kepada Allah?"

jawabku, "sebesar seluruh cinta yang mampu aku persembahkan dan semua itu untuk-Nya"

"apa buktinya?"

Sejenak aku terdiam menatap wajah orang yang menghakimiku ini. Kemudian ia pergi meninggalkanku, seolah ia tahu aku tak mampu menjawab pertanyaannya.

Waktu pun berlalu, sejauh ini ku jalani hari tanpa rasa. Tugas-tugas ku kerjakan dengan enteng, hingga tak sadar ada amanah kesungguhan pada tugas-tugas ini yang aku lupa. Hak untuk orangtua bahkan hak untuk diriku sendiri sudah lama terabaikan.

Hingaa tiba saatnya semua yang aku kerjakan mencapai klimaksnya. Di sekolah nilaiku merosot, di rumah ibuku bilang bahwa urusanku di luar akan membunuhku, di lingkungan dakwah reputasiku tercemar, dan tak mau lagi otakku diajak berpikir, di kepalaku hanya ada tanya 'mengapa semua menjauhiku?' , tiada tempat lain yang menjadi tujuanku kini, kurapatkan lagi dahiku ke sajadah. Merenungi nasib, memikirkan apa yang salah padaku, airmata tak terbendung lagi.....

ya Allah ya kariim, aku tak tau caranya merengkek pada-Mu...

aku melunak, tak berdaya membantah cercaan terhadap diriku sendiri. Bahwa ini saatnya untuk sang jiwa.

Allah ta'ala sedang menguji cintaku.
seperti biasa pikirku, cinta itu memerlukan pembuktian..

telah datang perkara asin lagi pahit.. cemburkah Engkau, Ya Rabb? cemburu dengan apa yang beberapa waktu ini aku utamakan..

aku... ikhlas pada kehendak-Mu, bahkan jika pantas...aku ingin kembali kepada-Mu cepat. Ya Rahiim, ku butuh kasihsayang-Mu.
 
Allahumma afrigh ‘ alayna shabran watsabbit aqdamana wanshurna ‘ alal qawmil kafirina . rabbana la tuzigh qulubana ba’da id’za daytana wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab . Allahumma tsabbitni an azila wahdini an adhilla. Allahumma kama hulta bayni wa bayna qalbi fahul bayni wa baynasy syaithani wa’amalihai . Allahumma inni as-aluka nafsan muthmainnatan tu’minu biliqa-ika wa tardha biqadhaika wa taqna’u bi’atha-ika.

Ya Allah, limpahkan kesabaran atas kami , tetapkanlah kedua telapak kaki kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. Ya Tuhan kami janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki kami dan berilah kami dari hadirat-Mu rahmat karena Engkau Maha Pemberi, Ya Allah kokohkan lah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan tersesat. Ya Allah sebagai mana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku dan berikanlah penghalang antara aku dengan setan serta perbuatannya . Ya Allah aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang dan tentram yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas putusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.

aamiin..

3..2..1..go !

Mulai sekarang

harus baik selalu..
sholat di awal waktu..
membahagiakan ortu,
bersama mereka, lebih banyak waktu..

mulai sekarang

sering-sering evaluasi diri..
harus lebih mandiri..
tambah semangat raih prestasi..
biar bisa menunjukkan bakti..

mulai sekarang

kudu rajin belajarr..
supaya sukses karna pintarr..
agar bisa membantu orang-orang terlantarr..
itulah pribadi yang cetarr..

Mulai dari SEKARANG... mumpung masih MUDA

Selasa, 20 Agustus 2013

Video 14/08/2013

Bismillah..

Video berikut ini adalah bukti kekejaman militer Mesir. Pendemo dan warga sipil ditembaki dengan gas airmata dan peluru tajam dari barbagai arah. Bahkan penembak jitu mereka kerahkan untuk membubarkan massa pro-Mursi (14/8/2013) ini.

Para pendemo tak bersenjata ini tak mampu melawan, kecuali meneriakkan takbir dan bersiap menjadi syuhada. Ratusan orang tewas dan luka-luka.

http://www.youtube.com/watch?v=5dn_RCVkfL4

Sumber:
arrahmah.com

Kamis, 15 Agustus 2013

#selamatkan tanah air kita

Palestina, Libya, Syria, Myanmar, dan kini Mesir. Tempat di mana saudara-saudara muslim dijajah dan dirampas hak-haknya termasuk haknya untuk hidup oleh para yahudi biadab dan sekutu-sekutunya.

Speechless... maaf ,saudaraku, saya terlambat menyadari kejadian ini..
Baru sekarang mulai menyaksikan syahid-mu dan merasakan penderitaan-mu dari balik layar yang aman ini..

Teringat kalimat yang meruntuhkan airmata teriring sesal mendalam..,

"kami, Ikhwanul Muslimin, yakin seyakin-yakinnya bahwa mengabaikan sejengkal tanah yang dihuni oleh seorang muslim adalah tindakan kriminal yang tidak terampuni, hingga kita mengembalikannya, atau hancur karenanya."

Kami mencintaimu wahai syuhada....


Kamis, 18 Juli 2013

Untuk anak-anak ayah tercinta

Assalamu'alaikum , anak-anakku..

Ayah ingin ceritakan sedikit tentang Ayah..

Dulu ketika ayah masih muda dan gagah, ayah selalu berpikir apa saja untuk membahagiakan kalian. Ayah bekerja dengan sepenuh hati dan tenaga yang ayah punya, untuk kalian. Karena kalian adalah raja bagi ayah dan Ibu kalian. Bahkan ayah sampai lupa kehadirat Tuhan, Sang Raja yang sesungguhnya dan kepada-Nya lah kita akan kembali.

Ayah bahagia sekali melihat senyum di wajah kalian, setiap ayah pulang membawa oleh-oleh, tak pernah Ayah pulang dengan tangan kosong. Kini kalian sudah dewasa dan Ayah mulai lemah, Ayah mengerti apa yang kalian rasakan waktu kecil. Ayah pun demikian, ingin selalu dimanja.

Namun sepertinya kedewasaan kalian adalah sinyal bagi Ayah dan Ibu untuk berpisah dengan kalian. Kalian mulai pergi dan jarang menengok Ayah dan Ibu di rumah. Jadilah hanya Ibu yang merawat Ayah tanpa lelah. Dengar Nak, Ibu kalian juga sudah tua. Sudah mulai pikun, sering sakit, dan tak jarang Ayah melihat ibu menangis saat tubuh rentanya tak kuat berjalan.

Uang yang setiap bulan kalian bawakan cukup memenuhi kebutuhan kami, meski itulah yang menjadikan kalian berselisih. Pertengkaran kalian seperti kaca yang mengiris hati kami. Terutama Ayah, tak pantaskah kami menerima belas kasih kalian, setidaknya untuk mengganti sebagian kecil dari oleh-oleh yang Ayah bawakan sewaktu kalian kecil.

Ayah tahu, kami tak pantas berharap balas budi kalian, namun jika bukan kalian yang menjadi pembela kami, siapa lagi? Di akhirat kelak pun Ayah akan tetap menjadi Ayah kalian, yang dimintai pertanggung jawaban atas diri kalian, anak-anak Ayah.

Di hari-hari senja, Ayah berharap bisa bermanja dengan kalian, menikmati masa tua indah bersama Ibu, menimang dan bermain bersama cucu. Namun, yang terjadi malah keributan di antara kalian. Meributkan biaya pengobatan penyakit tua Ayah, biaya listrik dan air, biaya makan kami, yang kalian anggap tak adil pembagiannya. Menangis hati Ayah namun tak sanggup pula Ayah menolak pemberian kalian, karena memang Ayah tak dapat mencari nafkah lagi.

Belum lagi rumah yang hendak kalian jual padahal Ayah dan Ibu masih menempatinya. Kalian tahu, Ayah sedih sekali mendengan keributan soal yang satu ini, sebab di rumah inilah kalian dibesarkan, ke rumah ini Ayah pulang dan membawa oleh-oleh untuk kalian. Tetapi Ayah mengerti kekhawatiran kalian, rumah ini memang warisan satu-satunya yang Ayah dan Ibu miliki. Ayah merasa seperti benda rongsokan yang sayang bila dibuang. Benar kah?

Beberapa jam yang lalu, Ayah sadar, Ayah menangis untuk terakhir kalinya, 'Penjemput' Ayah telah tiba, rupanya Ibumu sudah menangkap pertandanya, ia pun mendatangi Ayah seusai shalat malam dan meminta Ayah meridhoinya, memaafkan segala kesalahannya. Ibumu menangis mencium tangan Ayah, dan yang mengiris hati Ayah bukan terharu akan kesalihan ibu kalian, namun saat itu tak ada satupun anak Ayah memberi sapaan terakhir.

Di detik-detik terakhir Ayah di dunia ini, Ayah ingat semua kejadian indah saat Ayah kanak-kanak, remaja, dewasa dan memiliki anak pertama, kedua, dan ketiga. Semuanya kebahagiaan Ayah. Astaghfirullah.. benar-benar sudah dekat malaikat maut itu. Selamat tinggal istriku, selamat tinggal anak-anak ayah...

Oh.. Ternyata Ayah masih bisa merasakan dan melihat kalian, dari ruang yang berbeda ini, tubuh Ayah telah kaku dan sakit ketika tersentuh. Bergantian orang-orang datang. Syukurlah, kalian juga datang dan menangisi kepergian Ayah. Tak lupa 'kan, permintaan Ayah yang terakhir, Ayah ingin dimakamkan di TPU tengah kota, dekat kubur saudara Ayah.

Bersama keluarga kalian masing-masing, Ayah melihat airmata cucu ayah yang ketakutan melihat jenazah Ayah. Kalian sibuk mempersiapkan acara pemandian dan pemakaman Ayah. Tetangga juga sangat baik mau membantu kalian. Saat dimandikan, Ayah berharap pelan-pelan saja menyirami dan menggosok tubuh Ayah, Nak. Tetesan air itu terasa pedih di tubuh jenazah.

Apa lagi salah Ayah? lagi-lagi kalian ribut masalah pemakaman Ayah. Hanya karena harga tanahnya yang agak mahal, kalian memilih menolak permintaan Ayah dan memilih TPU di pinggiran kota yang sebagian wilayahnya terendam air

Meski sedih, tapi Ayah tak dapat menolak. Terserah kalian saja. Oya, tahu tidak, Nak saat kalian menurunkan jenazah Ayah ke liang lahat, rasanya Ayah tenggelam, seperti cucian kotor yang kalian rendam. Dingin sekali, makanya Ayah mengitari kalian semua dan pengantar yang ada untuk meminta selimut. Namun nihil, kalian tetap tega merendam Ayah dan tanah makam jatuh mengotori sebagian kain penutup Ayah sebelum kalian menutup Ayah dengan papan penyanggah, begitu terburu-buru.

Selesai sampai di sini kah harapan Ayah terhadap kalian? Tidak, anak-anak Ayah. Ayah tetap menunggu kiriman doa kalian. Doa yang mungkin bisa menghangatkan tubuh Ayah dan melegakan sedikit lubang ini.
Hanya doa kalian yang tulus, sampai bagi Ayah. Semoga kalian tetap sehat, segara sadar akan dosa kalian, dan Allah jadikan Ayah ayah yang beruntung karena keshalihan kalian, meskipun Ayah tak lagi di sisi kalian. Namun Ayah tetap ada dan selalu menunggu doa-doa kalian untuk Ayah.


Salam,

Ayah yang menyayangi kalian